Liputan6.com, Kuta: Siapa yang tidak ingin memiliki perabotan rumah tangga berkualitas. Namun, furnitur dengan mutu kelas satu biasanya dibeli dengan harga mahal. Nanang Ariyanto memahami betul situasi itu. Dia menyediakan toko perabotan rumah tangga bekas pakai hotel bintang lima dengan harga terjangkau dan kualitas yang masih bagus. Di tokonya di daerah Kerobokan, Kuta, Bali, para pembeli dapat membawa pulang barang kelas hotel dengan harga kos-kosan.
Toko Nanang memajang berbagai jenis barang bekas pakai hotel berbintang lima. Mulai dari kursi, meja, bak mandi hingga kloset. Dia juga menjual beberapa patung dan lukisan yang pernah dipajang di hotel mentereng. Dari bisnis ini, Nanang bisa meraih untung antara Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta per hari. Pelanggan berasal dari Bali dan wisatawan dari Pulau Jawa.
Untuk bisa membawa pulang barang bekas hotel bintang lima ini, pembeli tidak perlu mengeluarkan uang banyak. Bahkan para pembeli bisa membawa pulang perabotan dalam kondisi 80 persen baru dengan harga lebih murah sekitar 50 persen. Untuk membeli satu set meja kursi tamu dari rotan misalnya, hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 250 ribu. Padahal, harga barang baru bisa mencapai Rp 600 ribu.
Usaha kecil dan menengah ini digeluti Nanang sekitar dua tahun silam. Kala itu, Nanang yang gagal di usaha garmen tidak putus asa dan menggunakan sisa modalnya untuk berburu barang bekas hotel. Dengan modal awal Rp 150 juta, Nanang mulai membeli barang bekas hotel berbintang di kawasan Nusa Dua, Kuta, dan Canggu. Sekali berbelanja, dia mengeluarkan uang antara Rp 125 juta hingga Rp 150 juta.(TNA/Putu Setiawan)
Toko Nanang memajang berbagai jenis barang bekas pakai hotel berbintang lima. Mulai dari kursi, meja, bak mandi hingga kloset. Dia juga menjual beberapa patung dan lukisan yang pernah dipajang di hotel mentereng. Dari bisnis ini, Nanang bisa meraih untung antara Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta per hari. Pelanggan berasal dari Bali dan wisatawan dari Pulau Jawa.
Untuk bisa membawa pulang barang bekas hotel bintang lima ini, pembeli tidak perlu mengeluarkan uang banyak. Bahkan para pembeli bisa membawa pulang perabotan dalam kondisi 80 persen baru dengan harga lebih murah sekitar 50 persen. Untuk membeli satu set meja kursi tamu dari rotan misalnya, hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 250 ribu. Padahal, harga barang baru bisa mencapai Rp 600 ribu.
Usaha kecil dan menengah ini digeluti Nanang sekitar dua tahun silam. Kala itu, Nanang yang gagal di usaha garmen tidak putus asa dan menggunakan sisa modalnya untuk berburu barang bekas hotel. Dengan modal awal Rp 150 juta, Nanang mulai membeli barang bekas hotel berbintang di kawasan Nusa Dua, Kuta, dan Canggu. Sekali berbelanja, dia mengeluarkan uang antara Rp 125 juta hingga Rp 150 juta.(TNA/Putu Setiawan)
Advertisement