Bar sekaligus restoran yang porak-poranda itu sudah ditutup untuk umum. Garis polisi mengelilingi bangunan dua lantai itu. Situasinya masih tampak kacau dan berantakan. Serpihan kaca dan puing-puing bangunan berserakan di sana-sini .
Puluhan polisi terus bersiaga penuh di lokasi restoran yang saat ledakan sedang ramai pengunjung itu. Namun, semua korban--baik tewas dan luka--sudah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Pulau Dewata, satu di antaranya ke Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali.
Advertisement
Berkembang dugaan, pelaku peledakan di malam 1 Oktober 2005 itu lebih dari seorang. Polisi memperkirakan, ledakan yang membuncah di Kafe Nyoman dan Kafe Manage, Pantai Muaya, Jimbaran, Kabupaten Badung dilakukan oleh kelompok dan metode sama: bom bunuh diri.
Di dua tempat makan dan "kongkow" itu, Tim Laboratorium Forensik Markas Besar Polri yang tiba sekitar pukul 10.00 WITA menemukan beberapa serpihan bom dan potongan tubuh yang diduga pelaku bom bunuh diri. Serpihan tubuh ditemukan hingga radius 50 meter dari pusat ledakan. Di tempat itu, polisi juga menemukan tiga bom lain yang belum sempat meledak. Bom tertanam dalam pasir.
Sampai berita ini disusun, Pantai Muaya terus dipadati warga sekitar yang ingin melihat keadaan. Namun, mereka tak bisa mendekat ke lokasi titik ledakan. Polisi telah memasang police line. Sementara polisi, terus menyisir lokasi tersebut.
Tiga ledakan yang kemarin malam mengguncang Bali terbilang dahsyat. Sampai kini tercatat sudah 25 korban tewas dan lebih dari 100 korban luka. Sebagian besar kondisi korban tewas sungguh mengenaskan. Korban sulit dikenali karena rata-rata tubuh mereka sudah hancur .
Polisi, kini, masih berusaha keras mengidentifikasi semua korban tewas. Hingga kini baru 18 tewas yang bisa dikenali. Antara lain 12 warga Indonesia, dua warga Australia dan seorang warga Jepang. Identifikasi dilakukan dengan cara mencatat sidik jari korban. Polisi pun melibatkan keluarga korban agar proses pengenalan jenazah makin mudah.
Sementara itu, sekitar satu jam yang lalu, mantan Presiden Megawati Sukarnoputri tiba di Bali untuk menjenguk para korban di RSUP Sanglah, Denpasar. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini sempat berdialog dan membesarkan hati sejumlah korban selamat yang dirawat di rumah sakit itu.
Megawati mengatakan, ledakan di Bali adalah masalah bersama . Dia berharap, warga tidak tinggal diam menghadapi masalah ini dan hanya menggantungkan harapan kepada pemerintah. Namun, Megawati juga mendesak Polri segera mengungkap kasus ini.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)