Liputan6.com, Tasikmalaya: Keharuan menyelimuti Kampus Universitas Siliwangi (Unsil), Tasikmalaya, Jawa Barat, saat menyambut jenazah mahasiswa yang tewas di Gua Nyai, Ahad kemarin. Bahkan, sejumlah mahasiswi sempat tak sadarkan diri, ketika jenasah Ipong dan Gugun diturunkan dari kendaraan. Selanjutnya, mereka menyemayamkan dan mensalatkan jenazah pecinta alam itu di Mesjid Al Mujahirin, Senin (9/4).
Musibah bermula, ketika 20 pecinta alam Unsil mengadakan penelusuran di Gua Nyai, Kampung Cibatus, Desa Mekarsari, sekitar 60 kilometer di selatan Tasikmalaya. Namun, bencana melanda para pecinta alam itu. Hujan lebat dan banjir besar di lokasi menimpa mereka sehingga enam orang mahasiswa hilang terseret banjir. Satu di antaranya, yakni Suseno, mahasiswa Fakultas Pertanian Angkatan 2000 tewas seketika.
Nasib malang itu juga tak bisa dielakkan lima rekan lainnya. Tim Search and Rescue hanya menemukan mayat mereka hingga Senin kemarin. Tubuh-tubuh tak bernyawa milik Ai Rosa, Ipong, Gugun, Tursono, dan Arif Handoko, didapati mengambang di sungai sekitar 15 hingga 30 kilometer dari lokasi bencana. Tim SAR masih mencari satu korban lain, yakni Hassan.(ANS/Nurul Amin dan Patria Hidayat)
Musibah bermula, ketika 20 pecinta alam Unsil mengadakan penelusuran di Gua Nyai, Kampung Cibatus, Desa Mekarsari, sekitar 60 kilometer di selatan Tasikmalaya. Namun, bencana melanda para pecinta alam itu. Hujan lebat dan banjir besar di lokasi menimpa mereka sehingga enam orang mahasiswa hilang terseret banjir. Satu di antaranya, yakni Suseno, mahasiswa Fakultas Pertanian Angkatan 2000 tewas seketika.
Nasib malang itu juga tak bisa dielakkan lima rekan lainnya. Tim Search and Rescue hanya menemukan mayat mereka hingga Senin kemarin. Tubuh-tubuh tak bernyawa milik Ai Rosa, Ipong, Gugun, Tursono, dan Arif Handoko, didapati mengambang di sungai sekitar 15 hingga 30 kilometer dari lokasi bencana. Tim SAR masih mencari satu korban lain, yakni Hassan.(ANS/Nurul Amin dan Patria Hidayat)