Tari Spiritual Korea di GKJ

Gedung Kesenian Jakarta menyuguhkan Festival Showbre dalam rangka memperingati ulang tahun ke-18 GKJ. Goojeong-nori, tari tradisional Korea, turut memeriahkan festival yang berakhir pada 29 September.

oleh Liputan6Diterbitkan 11 September 2005, 08:12 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Memperingati ulang tahunnya ke-18, Gedung Kesenian Jakarta mengadakan Festival Showbre sejak 8 September hingga 29 September mendatang. Goojeong-nori, tari tradisional Korea Selatan yang mengetengahkan kehidupan spiritual juga ikut memeriahkan festival pada Sabtu (10/9).

Goojeong-nori malam tadi mengambil tema The Sound of Creation. Cerita ini dibuka dengan suara seruling yang diibaratkan sebagai tiupan kehidupan. Tarian yang memadukan ritme cepat dan mendayu itu ditujukan untuk memberi penghormatan kepada Tuhan. Tari Goojeong-nori juga ingin menunjukkan bahwa melalui pengendalian energi, perasaan ragu dan takut dapat sirna. Seiring dengan kekuatan yang muncul, kehidupan dapat tepat berada pada tempat seharusnya.

Hari ini, Gedung Kesenian Jakarta juga akan menampilkan dua tari kontroversial arahan Gerard Mosterd yakni Angin dan Kamu/Jij. Karya ini adalah hasil kolaborasi antara Gerard Mosterd yang kelahiran Belanda, dengan penari asal Jepang Shintaro O-ue. Kolaborasi ini terinspirasi perseteruan sejarah antara Jepang dan Belanda Pasca-Perang Dunia II.

Tarian Kamu/Jij yang didominasi gerakan gemulai diadaptasi dari novel karya Louis Couperus, The Hidden Power. Karya ini menyoroti tema pembauran budaya Indonesia-Belanda terutama dalam segi ekspresi hubungan fisik yang masih dianggap tabu. Sensualitas adegan percintaan disuguhkan dalam ekspresi ritmis sang penari yang menerjemahkan kegalauan atas kecaman kaum konservatif yang mendewakan etika.

Berbeda dengan Kamu/Jij yang dinamis, tari Angin lebih menonjolkan nuansa kesunyian. Gerakan lentur penarinya seakan mencoba menerjemahkan arti sebuah gerakan angin.(YAN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya