Liputan6.com, Ambon: Suasana malam di Kota Ambon, Maluku, kini terasa lebih sepi. Tak banyak kendaraan yang melintas di ruas utama, seperti Jalan A.Y. Patti, Sultan Baabullah, dan Jalan Pattimura. Keadaan lengang ini tercipta setelah beberapa jam sebelumnya sebuah bom rakitan meledak di depan Pasar Mardika.
Adapun di lokasi peledakan, belasan tentara dan polisi tampak berjaga-jaga. Kendati begitu, agaknya, para pedagang kaki lima di Jalan Sultan Baabullah tak terpengaruh. Mereka tetap berjualan. Sejumlah pedagang mengaku tidak takut berjualan. Ini lantaran mereka tak mau lagi diintimidasi dan hidup dalam ketakutan. Hanya, para pedagang berharap tidak terjadi kerusuhan seperti beberapa tahun silam.
Seperti diberitakan, sekitar pukul 14.30 WIT, sebuah bom rakitan yang diletakkan di sebuah becak meledak di Pasar Mardika. Akibatnya, dua mobil dan dua sepeda motor yang ada di sekitar lokasi rusak parah. Meski tidak ada korban meninggal, delapan orang luka-luka. Mereka kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara dan RS Al-Fatah, Ambon [baca: Bom Meledak di Pasar Mardika].
Untuk mengantisipasi terjadinya insiden susulan, Kepolisian Resor Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease menggencarkan razia. Operasi ini guna mencari pelaku peledakan dan menemukan bahan peledak yang masih tersisa. Razia dilakukan terhadap setiap kendaraan yang melintasi di sekitar Tugu Trikora, Kota Ambon. Polisi juga merazia warga yang membawa senjata. Operasi ini dilakukan mulai pukul 21.00 WIT.
Dalam razia tersebut polisi tak berhasil menemukan orang yang dicurigai terlibat peledakan atau membawa bahan peledak. Kepala Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Ajun Komisaris Besar Polisi Leonidas Braksan mengungkapkan, otak peledakan bom yang melarikan diri ke Pulau Seram masih dikejar petugas.
Sebelumnya, Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease telah menetapkan penumpang becak yang berinisial KW sebagai tersangka. Ia terbukti membawa kardus berisi bom yang meledak di atas becak. Sedangkan penarik becak untuk sementara hanya dijadikan saksi [baca: Pelaku Utama Bom Ambon Masih Dikejar].
Sementara itu, polisi telah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus peledakan bom ini. Tersangka adalah Kasim Wali yang dituduh membawa bom. Di waktu bersamaan, Kepolisian Daerah Maluku menangkap pengibar bendera Rakyat Maluku Selatan beberapa waktu silam. Pelaku yang berinisial ML ditangkap aparat di Pulau Buru tadi siang dan langsung dibawa ke Ambon.(BOG/Sahlan Helut dan Juhry Samanery)
Adapun di lokasi peledakan, belasan tentara dan polisi tampak berjaga-jaga. Kendati begitu, agaknya, para pedagang kaki lima di Jalan Sultan Baabullah tak terpengaruh. Mereka tetap berjualan. Sejumlah pedagang mengaku tidak takut berjualan. Ini lantaran mereka tak mau lagi diintimidasi dan hidup dalam ketakutan. Hanya, para pedagang berharap tidak terjadi kerusuhan seperti beberapa tahun silam.
Seperti diberitakan, sekitar pukul 14.30 WIT, sebuah bom rakitan yang diletakkan di sebuah becak meledak di Pasar Mardika. Akibatnya, dua mobil dan dua sepeda motor yang ada di sekitar lokasi rusak parah. Meski tidak ada korban meninggal, delapan orang luka-luka. Mereka kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara dan RS Al-Fatah, Ambon [baca: Bom Meledak di Pasar Mardika].
Untuk mengantisipasi terjadinya insiden susulan, Kepolisian Resor Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease menggencarkan razia. Operasi ini guna mencari pelaku peledakan dan menemukan bahan peledak yang masih tersisa. Razia dilakukan terhadap setiap kendaraan yang melintasi di sekitar Tugu Trikora, Kota Ambon. Polisi juga merazia warga yang membawa senjata. Operasi ini dilakukan mulai pukul 21.00 WIT.
Dalam razia tersebut polisi tak berhasil menemukan orang yang dicurigai terlibat peledakan atau membawa bahan peledak. Kepala Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Ajun Komisaris Besar Polisi Leonidas Braksan mengungkapkan, otak peledakan bom yang melarikan diri ke Pulau Seram masih dikejar petugas.
Sebelumnya, Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease telah menetapkan penumpang becak yang berinisial KW sebagai tersangka. Ia terbukti membawa kardus berisi bom yang meledak di atas becak. Sedangkan penarik becak untuk sementara hanya dijadikan saksi [baca: Pelaku Utama Bom Ambon Masih Dikejar].
Sementara itu, polisi telah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus peledakan bom ini. Tersangka adalah Kasim Wali yang dituduh membawa bom. Di waktu bersamaan, Kepolisian Daerah Maluku menangkap pengibar bendera Rakyat Maluku Selatan beberapa waktu silam. Pelaku yang berinisial ML ditangkap aparat di Pulau Buru tadi siang dan langsung dibawa ke Ambon.(BOG/Sahlan Helut dan Juhry Samanery)