Liputan6.com, Lampung: Regu Selam Samapta Kepolisian Daerah Lampung, akhirnya berhasil mengevakuasi tujuh buah meriam kuno dari dasar laut sekitar Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (20/8). Para penyelam ini, membutuhkan waktu sepekan untuk mengangkat benda bersejarah yang diperkirakan berusia ratusan tahun.
Benda-benda kuno yang ditemukan adalah meriam lontar yang diduga berasal dari kapal-kapal perang penjajah milik Verenigde Oostindische Compagnie (VOC), yang tenggelam saat bertempur di perairan Lampung. Masing-masing meriam memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Diameter lubang pelurunya berukuran 10 sentimeter, dan beratnya sekitar 300 kilogram.
Setelah diangkat ke daratan, meriam-meriam itu, dibawa ke Markas Polda Lampung untuk diteliti tim ahli sejarah. Selanjutnya, senjata-senjata kuno ini, akan diserahkan ke museum sebagai aset peninggalan sejarah Provinsi Lampung.
Ketujuh meriam ini, pertama kali ditemukan seorang nelayan. Penemuan ini, kemudian dilaporkannya ke polisi. Khawatir meriam-meriam ini akan meledak jika tersangkut jangkar perahu, polisi segera mengevakuasinya.(IAN/Bisri Merduani dan Asep Saepulloh)
Benda-benda kuno yang ditemukan adalah meriam lontar yang diduga berasal dari kapal-kapal perang penjajah milik Verenigde Oostindische Compagnie (VOC), yang tenggelam saat bertempur di perairan Lampung. Masing-masing meriam memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Diameter lubang pelurunya berukuran 10 sentimeter, dan beratnya sekitar 300 kilogram.
Setelah diangkat ke daratan, meriam-meriam itu, dibawa ke Markas Polda Lampung untuk diteliti tim ahli sejarah. Selanjutnya, senjata-senjata kuno ini, akan diserahkan ke museum sebagai aset peninggalan sejarah Provinsi Lampung.
Ketujuh meriam ini, pertama kali ditemukan seorang nelayan. Penemuan ini, kemudian dilaporkannya ke polisi. Khawatir meriam-meriam ini akan meledak jika tersangkut jangkar perahu, polisi segera mengevakuasinya.(IAN/Bisri Merduani dan Asep Saepulloh)