Kapal Kargo Kandas di Sungai Musi

Musibah ini membuat lalu lintas pelayaran di sungai terpanjang di Pulau Sumatra itu menjadi terganggu. Sementara di Kalimantan Selatan, polisi menggagalkan penyelundupan sekitar 30 ton solar.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Agustus 2005, 10:01 WIB
Liputan6.com, Palembang: Sebuah kapal kargo dengan muatan 2.000 ton karet kandas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, baru-baru ini. Musibah ini membuat lalu lintas pelayaran di sungai terpanjang di Sumatra itu menjadi terganggu. Sejauh ini masih belum diketahui secara pasti penyebab kandasnya kapal seberat 300 ton itu. Dalam peristiwa tersebut 15 anak buah kapal selamat.

Di tempat berbeda, personel Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menangkap Kapal Waduri yang berusaha menyelundupkan sekitar 30 ton solar, belum lama ini. Kapal ditangkap saat berlayar di kawasan sungai di wilayah Batu Licin, Kabupaten Tanah Bumbu. Menurut polisi, solar itu akan dijual dengan harga tinggi kepada perusahaan minyak kelapa sawit dan pertambangan batu bara. Untuk penyelidikan lebih lanjut polisi masih menahan nakhoda Kapal Waduri, Yudi Ahmad.

Kemarin, sedikitnya 500 warga Palu, Sulawesi Tengah berunjuk rasa meminta pemerintah untuk mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2005 yang mengatur pengadaan lahan bagi kepentingan umum. Mereka menilai peraturan itu merugikan rakyat. Sebab, atas dasar pembangunan pemerintah bisa menetapkan ganti rugi ala kadarnya bagi lahan warga yang digusur.

Sementara itu, dalam sidang lanjutan pencemaran Teluk Buyat dengan terdakwa pertama PT Newmont Minahasa Raya dan terdakwa dua Richard Bruce Ness kembali digelar oleh Pengadilan Negeri Manado, Sulawesi Utara di Aula Kantor Wali Kota Manado. Saat sidang berlangsung, puluhan mahasiswa dan aktivis lembaga swadaya masyarakat berunjuk rasa di depan aula. Suasana hampir ricuh saat ratusan pemuda berseragam hitam menghadang para mahasiswa yang berniat memasuki ruang sidang.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya