Liputan6.com, Kairo: Kampanye pemilihan presiden di Mesir mulai digelar, Rabu (17/8). Sembilan calon presiden termasuk Husni Mubarak bertarung memperebutkan suara selama tiga pekan. Dari seluruh calon, cuma Mubarak satu-satunya kandidat yang mengkampanyekan diri lewat iklan komersial. Presiden yang berkuasa sejak 1981 itu memasang program kerjanya satu halaman penuh dalam koran lokal.
Kandidat kuat untuk menyaingi Mubarak adalah Ayman Nur, seorang pengacara muda dan Nouman Ghoma`a. Ayman Nur disokong Partai Liberal Ghad sedangkan Nouman Ghoma`a dari Partai Wafd. Partai ini pernah mendominasi peta politik Mesir sebelum tentara menumbangkan sistem monarki pada 1952.
Pemilihan kepala negara di Mesir yang akan dilaksanakan pada 7 September mendatang dinilai paling kompetitif. Maklumlah, selama dua dasawarsa, Mesir selalu mengetengahkan calon tunggal, yaitu Husni Mubarak. Meski begitu peluang Mubarak memenangkan pemilihan umum juga terbuka luas karena kelompok oposisi terbesar Ikhwanul Muslimin dilarang mencalonkan kandidat mereka.(KEN/Nlg)
Kandidat kuat untuk menyaingi Mubarak adalah Ayman Nur, seorang pengacara muda dan Nouman Ghoma`a. Ayman Nur disokong Partai Liberal Ghad sedangkan Nouman Ghoma`a dari Partai Wafd. Partai ini pernah mendominasi peta politik Mesir sebelum tentara menumbangkan sistem monarki pada 1952.
Pemilihan kepala negara di Mesir yang akan dilaksanakan pada 7 September mendatang dinilai paling kompetitif. Maklumlah, selama dua dasawarsa, Mesir selalu mengetengahkan calon tunggal, yaitu Husni Mubarak. Meski begitu peluang Mubarak memenangkan pemilihan umum juga terbuka luas karena kelompok oposisi terbesar Ikhwanul Muslimin dilarang mencalonkan kandidat mereka.(KEN/Nlg)