Liputan6.com, Garut: Lukisan adalah salah satu seni yang bertujuan untuk memanjakan mata. Semakin detail dan besar sebuah lukisan, kian mudah untuk dinikmati. Namun, tidak begitu cara berpikir yang dianut Iwan Ridwan, seorang pelukis asal Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pria berusia 35 tahun ini malah sedang getol-getolnya membuat lukisan mini, yang hanya bisa dinikmati dengan kaca pembesar.
Iwan sebenarnya adalah seorang pelukis pada umumnya. Menerima banyak order lukisan potret diri atau lukisan dekoratif lainnya. Dengan bimbingan dari sang ayah, Iwan telah mulai melukis sejak kecil. Namun, lima tahun silam muncul keinginan untuk membuat lukisan dengan ukuran yang tidak lazim. Sejak itulah dia mulai menekuni pembuatan lukisan yang mempunyai tingkat kesulitan cukup tinggi ini.
Kendati demikian, Iwan juga menyadari dirnya bukan orang pertama yang memiliki keinginan membuat lukisan dalam ukuran super kecil itu. Kabar yang dia dapat pun simpang siur. Ada yang mengatakan kalau lukisan terkecil yang pernah dibuat adalah 10 x 10 milimeter. Ada pula yang mengatakan 5 x 5 milimeter, meski itu adalah kaligrafi. Untuk itu, Iwan pun akhirnya memutuskan untuk membuat lukisan berukuran 3 x 5 milimeter.
Dari kediamannya di Gang Cempaka No. 341-B, Rukun Tetangga 05/Rukun Warga 04, Jalan Guntur Melati, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Iwan mewujudkan niat untuk mencatatkan namanya dalam Museum Rekor Indonesia (sekarang bernama Museum Rekor Dunia Indonesia--Red.). Dalam mengerjakan lukisannya, Iwan menggunakan cat minyak serta kain berserat halus yang telah dilicinkan dengan ampelas sebagai pilihan kanvas.
Yang agak menyimpang, kuas yang dipakai Iwan adalah sehelai rambut yang dicabut dari kepalanya. Iwan sendiri tidak bisa menjelaskan dari sudut ilmu seni, kenapa sehelai rambut menjadi pilihannya untuk menggantikan kuas pada umumnya. "Pernah saya mencoba melukis dengan kuas yang lain, tapi rasanya kurang enak. Dengan menggunakan sehelai rambut, lukisan saya ternyata bisa selesai seperti yang saya harapkan," ujar Iwan.
Dalam melukis Iwan juga harus menggunakan kaca pembesar, mengingat kecilnya ukuran lukisan yang dia buat, tanpa harus menghilangkan detail lukisan itu sendiri. "Satu titik dari kuas rambut ini menjadi sebuah goresan yang menentukan arah dari lukisan yang saya buat," jelas Iwan tentang proses penciptaan yang dilakukannya. Dengan tingkat kesulitan seperti itu, Iwan hanya bisa menghasilkan satu buah lukisan dalam kurun waktu satu bulan.
Lukisan mini Iwan kebanyakan wajah tokoh-tokoh berpengaruh di Indonesia, di antaranya Kiai Haji Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym (berukuran 20 x 25 milimeter). Demikian pula lukisan tiga mantan presiden Republik Indonesia, yakni Soekarno (berukuran 3 x 5 milimeter), Soeharto (berukuran 9 x 12 milimeter), dan Abdurrahman Wahid. Ada pula lukisan pelawak asal grup Srimulat, Gogon.
Dari sekian banyak karyanya itu, suami dari Eti Sumiati ini mengaku lukisan potret diri Abdurrahman Wahid adalah paling berkesan yang pernah dibuatnya. "Karena saat tengah digarap, pernah dicoret oleh anak saya yang baru berumur dua tahun. Padahal lukisan itu dalam proses finishing. Namun ada hikmahnya, karena coretan itu malah mempercepat penyelesaian lukisan, karena saya tinggal meneruskannya," ujar Iwan.
Lukisan mini Iwan memang belum terlalu laku di pasaran. Kalaupun banyak orang yang berkunjung ke tempatnya, itu lantaran penasaran dengan karyanya. Untuk menghidupi istri dan kedua anaknya, Iwan tetap menggantungkan dari order lukisan. Satu lukisan biasanya ia jual antara Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu. Meski begitu, paling tidak salah satu impian Iwan akhirnya berhasil diwujudkan. Tahun ini namanya tercatat dalam daftar rekor Muri. Kini, Iwan mematok target baru, mencatatkan namanya dalam Guinness Book of World Records.(ADO/Wendy Surya)
Iwan sebenarnya adalah seorang pelukis pada umumnya. Menerima banyak order lukisan potret diri atau lukisan dekoratif lainnya. Dengan bimbingan dari sang ayah, Iwan telah mulai melukis sejak kecil. Namun, lima tahun silam muncul keinginan untuk membuat lukisan dengan ukuran yang tidak lazim. Sejak itulah dia mulai menekuni pembuatan lukisan yang mempunyai tingkat kesulitan cukup tinggi ini.
Kendati demikian, Iwan juga menyadari dirnya bukan orang pertama yang memiliki keinginan membuat lukisan dalam ukuran super kecil itu. Kabar yang dia dapat pun simpang siur. Ada yang mengatakan kalau lukisan terkecil yang pernah dibuat adalah 10 x 10 milimeter. Ada pula yang mengatakan 5 x 5 milimeter, meski itu adalah kaligrafi. Untuk itu, Iwan pun akhirnya memutuskan untuk membuat lukisan berukuran 3 x 5 milimeter.
Dari kediamannya di Gang Cempaka No. 341-B, Rukun Tetangga 05/Rukun Warga 04, Jalan Guntur Melati, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Iwan mewujudkan niat untuk mencatatkan namanya dalam Museum Rekor Indonesia (sekarang bernama Museum Rekor Dunia Indonesia--Red.). Dalam mengerjakan lukisannya, Iwan menggunakan cat minyak serta kain berserat halus yang telah dilicinkan dengan ampelas sebagai pilihan kanvas.
Yang agak menyimpang, kuas yang dipakai Iwan adalah sehelai rambut yang dicabut dari kepalanya. Iwan sendiri tidak bisa menjelaskan dari sudut ilmu seni, kenapa sehelai rambut menjadi pilihannya untuk menggantikan kuas pada umumnya. "Pernah saya mencoba melukis dengan kuas yang lain, tapi rasanya kurang enak. Dengan menggunakan sehelai rambut, lukisan saya ternyata bisa selesai seperti yang saya harapkan," ujar Iwan.
Dalam melukis Iwan juga harus menggunakan kaca pembesar, mengingat kecilnya ukuran lukisan yang dia buat, tanpa harus menghilangkan detail lukisan itu sendiri. "Satu titik dari kuas rambut ini menjadi sebuah goresan yang menentukan arah dari lukisan yang saya buat," jelas Iwan tentang proses penciptaan yang dilakukannya. Dengan tingkat kesulitan seperti itu, Iwan hanya bisa menghasilkan satu buah lukisan dalam kurun waktu satu bulan.
Lukisan mini Iwan kebanyakan wajah tokoh-tokoh berpengaruh di Indonesia, di antaranya Kiai Haji Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym (berukuran 20 x 25 milimeter). Demikian pula lukisan tiga mantan presiden Republik Indonesia, yakni Soekarno (berukuran 3 x 5 milimeter), Soeharto (berukuran 9 x 12 milimeter), dan Abdurrahman Wahid. Ada pula lukisan pelawak asal grup Srimulat, Gogon.
Dari sekian banyak karyanya itu, suami dari Eti Sumiati ini mengaku lukisan potret diri Abdurrahman Wahid adalah paling berkesan yang pernah dibuatnya. "Karena saat tengah digarap, pernah dicoret oleh anak saya yang baru berumur dua tahun. Padahal lukisan itu dalam proses finishing. Namun ada hikmahnya, karena coretan itu malah mempercepat penyelesaian lukisan, karena saya tinggal meneruskannya," ujar Iwan.
Lukisan mini Iwan memang belum terlalu laku di pasaran. Kalaupun banyak orang yang berkunjung ke tempatnya, itu lantaran penasaran dengan karyanya. Untuk menghidupi istri dan kedua anaknya, Iwan tetap menggantungkan dari order lukisan. Satu lukisan biasanya ia jual antara Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu. Meski begitu, paling tidak salah satu impian Iwan akhirnya berhasil diwujudkan. Tahun ini namanya tercatat dalam daftar rekor Muri. Kini, Iwan mematok target baru, mencatatkan namanya dalam Guinness Book of World Records.(ADO/Wendy Surya)