Liputan6.com, Jakarta: Sebanyak 618 anggota Korps Marinir TNI Angkatan Laut, hari ini (13/8), tiba kembali di Jakarta. Mereka telah bertugas lebih dari satu tahun di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Meski dilakukan menjelang proses penandatanganan kesepakatan damai antara pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka, penarikan pasukan ini sebenarnya rotasi biasa.
Batalyon VII Brigade Infanteri III Marinir ini disambut secara militer di markas mereka, Bumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Dalam acara ini diserahkan penghargaan kepada sejumlah anggota pasukan komando itu. Termasuk kepada anggota keluarga yang kehilangan kerabatnya saat bertugas di Tanah Rencong. Istri almarhum Prajurit Satu Rolief Firlada, contohnya. Ia tidak kuasa menahan kesedihan hingga jatuh pingsan saat menerima penghargaan.
Setelah lebih dari satu jam mendapat arahan dari Komandan Pasukan Marinir II Brigadir Jenderal Djunaidi Djahri, para anggota Marinir ini diperbolehkan kembali berkumpul dengan anggota keluarga mereka. Seorang prajurit berusaha menggendong anaknya yang berumur empat tahun. Namun, ia terpaksa harus menenangkan buah hatinya itu, karena sang anak sudah tidak mengenalnya lagi.
Menurut Djunaidi, kepulangan anggota Marinir dari Aceh tersebut adalah rotasi biasa. Djunaidi menjelaskan, sementara ini belum ada pengiriman kembali pasukan Marinir. Ini lantaran di Serambi Mekah sudah ada pasukan Marinir yang sebelumnya dikirim dari Jakarta [baca: Marinir Bakal Ditarik dari Pantai Timur Aceh]. Apalagi suasana sejumlah kota di NAD makin kondusif.
Kepulangan pasukan Marinir ini juga menyisakan duka. Kemarin, Kopral Dua Vinoka Vius Albeni dibacok saat berbelanja kebutuhan sehari-hari di Pasar Lhokseumawe, Kota Lhokseumawe. Tak diketahui motif pembacokan anggota Marinir dari Jakarta itu. Pelaku pembacokan akhirnya tewas ditembak dan pihak terkait tengah menyelidiki kasus ini [baca: Anggota Marinir Dibacok di Lhokseumawe].(ADO/Darnifawan dan Adi Amir Zainun)
Batalyon VII Brigade Infanteri III Marinir ini disambut secara militer di markas mereka, Bumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Dalam acara ini diserahkan penghargaan kepada sejumlah anggota pasukan komando itu. Termasuk kepada anggota keluarga yang kehilangan kerabatnya saat bertugas di Tanah Rencong. Istri almarhum Prajurit Satu Rolief Firlada, contohnya. Ia tidak kuasa menahan kesedihan hingga jatuh pingsan saat menerima penghargaan.
Setelah lebih dari satu jam mendapat arahan dari Komandan Pasukan Marinir II Brigadir Jenderal Djunaidi Djahri, para anggota Marinir ini diperbolehkan kembali berkumpul dengan anggota keluarga mereka. Seorang prajurit berusaha menggendong anaknya yang berumur empat tahun. Namun, ia terpaksa harus menenangkan buah hatinya itu, karena sang anak sudah tidak mengenalnya lagi.
Menurut Djunaidi, kepulangan anggota Marinir dari Aceh tersebut adalah rotasi biasa. Djunaidi menjelaskan, sementara ini belum ada pengiriman kembali pasukan Marinir. Ini lantaran di Serambi Mekah sudah ada pasukan Marinir yang sebelumnya dikirim dari Jakarta [baca: Marinir Bakal Ditarik dari Pantai Timur Aceh]. Apalagi suasana sejumlah kota di NAD makin kondusif.
Kepulangan pasukan Marinir ini juga menyisakan duka. Kemarin, Kopral Dua Vinoka Vius Albeni dibacok saat berbelanja kebutuhan sehari-hari di Pasar Lhokseumawe, Kota Lhokseumawe. Tak diketahui motif pembacokan anggota Marinir dari Jakarta itu. Pelaku pembacokan akhirnya tewas ditembak dan pihak terkait tengah menyelidiki kasus ini [baca: Anggota Marinir Dibacok di Lhokseumawe].(ADO/Darnifawan dan Adi Amir Zainun)