Liputan6.com, Manado: Puluhan massa Partai Bintang Reformasi (PBR) versi Zaenal Ma`arif mendatangi Hotel Formosa Manado, Sulawesi Utara, Selasa (9/8). Mereka memaksa pihak hotel mengeluarkan Zainuddin M.Z. dari kawasan itu. Namun, Zainuddin yang juga Ketua Umum PBR dan rombongan sudah balik ke Jakarta sebelum massa tiba di hotel itu.
Massa dan petugas keamanan hotel sempat saling dorong. Massa akhirnya tenang setelah petugas hotel memberitahukan bahwa Zainuddin telah meninggalkan hotel setengah jam sebelumnya.
Zainuddin ke Manado untuk membuka Musyawarah Wilayah PBR se-Sulut serta melantik pengurus PBR setempat, Selasa silam. Namun, muswil pertama di Sulut ini batal. Pasalnya, lokasi muswil di Hotel Ahlan Manado diduduki massa PBR versi Zaenal Ma`arif.
Sebelumnya, kubu Zainuddin dan Zaenal sepakat melakukan islah setelah tiga kali dipertemukan oleh tim fasilitator yang diprakarsai Wakil Presiden Jusuf Kalla. Perdamaian ini diumumkan dalam jumpa pers kedua kubu PBR di Jakarta, kemarin.
Dalam jumpa pers itu, kubu Zainuddin diwakili Bursah Zarnubi dan kubu Zaenal diwakili Djafar Badjeber. Mereka mengatakan, islah mengakui hasil Muktamar PBR 2005 yang memutuskan Zainuddin M.Z. sebagai Ketua Umum PBR. Sementara untuk menunjuk anggota pengurus pusat PBR lainnya selain ketua umum akan disusun oleh tim khusus yang berjumlah enam orang [baca: Dua Kubu di PBR Berdamai].(TNA/Aldrin Arief)
Massa dan petugas keamanan hotel sempat saling dorong. Massa akhirnya tenang setelah petugas hotel memberitahukan bahwa Zainuddin telah meninggalkan hotel setengah jam sebelumnya.
Zainuddin ke Manado untuk membuka Musyawarah Wilayah PBR se-Sulut serta melantik pengurus PBR setempat, Selasa silam. Namun, muswil pertama di Sulut ini batal. Pasalnya, lokasi muswil di Hotel Ahlan Manado diduduki massa PBR versi Zaenal Ma`arif.
Sebelumnya, kubu Zainuddin dan Zaenal sepakat melakukan islah setelah tiga kali dipertemukan oleh tim fasilitator yang diprakarsai Wakil Presiden Jusuf Kalla. Perdamaian ini diumumkan dalam jumpa pers kedua kubu PBR di Jakarta, kemarin.
Dalam jumpa pers itu, kubu Zainuddin diwakili Bursah Zarnubi dan kubu Zaenal diwakili Djafar Badjeber. Mereka mengatakan, islah mengakui hasil Muktamar PBR 2005 yang memutuskan Zainuddin M.Z. sebagai Ketua Umum PBR. Sementara untuk menunjuk anggota pengurus pusat PBR lainnya selain ketua umum akan disusun oleh tim khusus yang berjumlah enam orang [baca: Dua Kubu di PBR Berdamai].(TNA/Aldrin Arief)