Liputan6.com, Beijing: Perundingan enam negara yang membahas program nuklir di Korea Utara, di kota Beijing, Cina, hingga Jumat (5/8), belum bisa memecahkan kebuntuan. Negara-negara peserta perundingan belum bisa membuat suatu pernyataan bersama yang akan memuat panduan penghentian program nuklir Korea Utara.
Juru runding Amerika Serikat Christopher Hill mengakui, proses perundingan memang mengalami kemajuan. Tapi, belum ditemukan solusi atas isu-isu penting. Sejauh ini Washington bisa mengabulkan permintaan Pyongyang supaya dikirim bantuan. Namun, sebelumnya negara ini secara terbuka harus membekukan program nuklirnya [baca: Amerika Serikat Menuntut Korut Menghentikan Program Nuklir].
Korea Utara hingga kini bersikeras tidak akan menghentikan program senjata nuklirnya kecuali AS menanggalkan sikap bermusuhan terhadap Pyongyang dan mencabut ancaman senjata nuklir dari Semenanjung Korea. Korut juga meminta AS menormalisasi hubungannya dengan pemerintah komunis Pyongyang, serta mengirim sejumlah bantuan sebagai imbalan atas pembekuan program nuklirnya.(IAN/Rcm)
Juru runding Amerika Serikat Christopher Hill mengakui, proses perundingan memang mengalami kemajuan. Tapi, belum ditemukan solusi atas isu-isu penting. Sejauh ini Washington bisa mengabulkan permintaan Pyongyang supaya dikirim bantuan. Namun, sebelumnya negara ini secara terbuka harus membekukan program nuklirnya [baca: Amerika Serikat Menuntut Korut Menghentikan Program Nuklir].
Korea Utara hingga kini bersikeras tidak akan menghentikan program senjata nuklirnya kecuali AS menanggalkan sikap bermusuhan terhadap Pyongyang dan mencabut ancaman senjata nuklir dari Semenanjung Korea. Korut juga meminta AS menormalisasi hubungannya dengan pemerintah komunis Pyongyang, serta mengirim sejumlah bantuan sebagai imbalan atas pembekuan program nuklirnya.(IAN/Rcm)