Liputan6.com, Ziyang: Sembilan orang tewas setelah makan babi di Kota Ziyang, selatan Provinsi Sichuan, Cina, baru-baru ini. Sebanyak 20 di antaranya masih menderita sakit, sementara enam lainnya dalam kondisi kritis. Kota Ziyang itu memang terkenal sebagai sentra peternakan babi.
Sementara ini, pihak rumah sakit di Hongkong masih terus meneliti penyebab tewasnya sembilan orang itu. Mereka tewas diduga terjangkit virus yang ada didalam daging babi. Hingga saat ini, otoritas kesehatan Hongkong belum berani berspekulasi mengenai penyebab tewasnya warga Kota Ziyang. Sedangkan, pemerintah Cina telah membentuk tim untuk melakukan penyelidikan atas munculnya kasus penyakit misterius ini.
Salah seorang kerabat korban mengatakan, saudaranya jatuh sakit sesaat setelah mengkonsumsi daging babi yang baru mereka potong. Ia juga menambahkan, kulit saudaranya itu berubah menjadi ungu kehitaman.
Juru bicara Badan Kesehatan Dunia (WHO) menduga babi yang dimakan korban sudah terkena virus streptococcus pneumoniae. Bakteri yang umum pada pneumonia itu kemudian menjangkiti manusia.(ZIZ/Idr)
Sementara ini, pihak rumah sakit di Hongkong masih terus meneliti penyebab tewasnya sembilan orang itu. Mereka tewas diduga terjangkit virus yang ada didalam daging babi. Hingga saat ini, otoritas kesehatan Hongkong belum berani berspekulasi mengenai penyebab tewasnya warga Kota Ziyang. Sedangkan, pemerintah Cina telah membentuk tim untuk melakukan penyelidikan atas munculnya kasus penyakit misterius ini.
Salah seorang kerabat korban mengatakan, saudaranya jatuh sakit sesaat setelah mengkonsumsi daging babi yang baru mereka potong. Ia juga menambahkan, kulit saudaranya itu berubah menjadi ungu kehitaman.
Juru bicara Badan Kesehatan Dunia (WHO) menduga babi yang dimakan korban sudah terkena virus streptococcus pneumoniae. Bakteri yang umum pada pneumonia itu kemudian menjangkiti manusia.(ZIZ/Idr)