Liputan6.com, Jakarta: Sajadah Turki sangat diminati jemaah haji asal Indonesia. Tak heran, bila sajadah tersebut terus diburu para jemaah untuk dijadikan oleh-oleh kepada sanak keluarga di Tanah Air. Para jemaah memanfaatkan waktu senggang seraya menunggu kepulangan ke Indonesia dengan mendatangi pasar-pasar di Tanah Suci dan membeli berbagai cendera mata.
Dari pengamatan SCTV, baru-baru ini, sajadah Turki begitu diminati karena memiliki corak dan kualitas yang lebih baik dibanding sajadah buatan negara lain. Kendati harga sajadah Turki relatif lebih mahal 20 riyal hingga 60 riyal Arab, jemaah asal Indonesia tetap membeli sajadah tersebut.
Kegemaran berbelanja ini ternyata merepotkan banyak pihak. Sejumlah penerbangan mengeluh karena barang bawaan para jemaah kerap melebihi kapasitas ketentuan penerbangan. Bila ini terjadi, perusahaan penerbangan terpaksa menyimpan barang jemaah di Kota Jeddah --sebagai tempat transit. Karena penumpukan kelebihan barang cukup besar maka dilakukan berbagai cara agar bisa sampai ke Indonesia. Satu di antaranya adalah dengan cara menitipkan pada kelompok terbang yang tak membawa barang banyak. Bila tak bisa terlayani juga, angkutan laut kerap menjadi pilihan.(ULF/Tim Liputan 6 SCTV)
Dari pengamatan SCTV, baru-baru ini, sajadah Turki begitu diminati karena memiliki corak dan kualitas yang lebih baik dibanding sajadah buatan negara lain. Kendati harga sajadah Turki relatif lebih mahal 20 riyal hingga 60 riyal Arab, jemaah asal Indonesia tetap membeli sajadah tersebut.
Kegemaran berbelanja ini ternyata merepotkan banyak pihak. Sejumlah penerbangan mengeluh karena barang bawaan para jemaah kerap melebihi kapasitas ketentuan penerbangan. Bila ini terjadi, perusahaan penerbangan terpaksa menyimpan barang jemaah di Kota Jeddah --sebagai tempat transit. Karena penumpukan kelebihan barang cukup besar maka dilakukan berbagai cara agar bisa sampai ke Indonesia. Satu di antaranya adalah dengan cara menitipkan pada kelompok terbang yang tak membawa barang banyak. Bila tak bisa terlayani juga, angkutan laut kerap menjadi pilihan.(ULF/Tim Liputan 6 SCTV)