Mahasiswa ITATS Mengusir Pengurus Lama Yayasan

Ratusan dosen dan mahasiswa marah Kampus ITATS digunakan sebagai tempat pertemuan beberapa pengurus lama yayasan. Pengurus baru yayasan merasa berhak mengelola kampus karena perkaranya menang di pengadilan.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 Juli 2005, 15:45 WIB
Liputan6.com, Surabaya: Ratusan dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS), Jawa Timur, baru-baru ini, berunjuk rasa. Namun aksi mereka berujung ricuh. Kemarahan demonstran yang menggelar aksi di depan Kampus ITATS di Jalan Arief Rahman Hakim tak terbendung. Mereka marah kampus tersebut digunakan sebagai tempat pertemuan beberapa pengurus lama yayasan di antaranya adalah mantan Pembantu Rektor III Kristiawan.

Para mahasiswa merazia sejumlah ruangan untuk mencari pengurus lama yayasan. Mereka berusaha merangsek blokade Kepolisian Resor Kota Surabaya Timur yang akan mengevakuasi para pengurus lama. Belakangan diketahui, para pengurus lama sedang menggelar pertemuan di lantai tiga gedung kampus.

Bentrokan berlangsung sebagai buntut kericuhan yang terjadi antara pengurus lama kubu I Ketut Sandhi dan pengurus baru di bawah pimpinan Ahmad Fikri. Pengurus baru yayasan merasa berhak mengelola kampus karena perkaranya menang di pengadilan.

Terkait dengan insiden tersebut, sejauh ini polisi memeriksa enam anggota satuan pengamanan (satpam) Kampus ITATS dari kubu I Ketut Sandhi sebagai saksi di Kantor Kepolisian Surabaya Timur. Mereka di antaranya Abah, Kholid, Nyoman, Tutu, dan Rudianto.

Keenam saksi rata-rata menderita luka di bagian kepala karena turut menjadi korban pemukulan yang dilakukan sejumlah mahasiswa. Usai diperiksa, para saksi dilarikan ke Rumah Sakit Adi Husada untuk diminta visum et repertum.

Kepala Polresta Surabaya Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Juangsih mengatakan, polisi tetap mengusut kasus pengeroyokan itu. Polisi juga menindak tegas para satpam yang sebagian ketahuan membawa senjata tajam.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya