Penyebab KM Digul Tenggelam Masih Buram

Lambung Kapal Motor Didul diduga bocor akibat terhantam buldoser yang diangkutnya. Penyebab lain, kapal kelebihan muatan karena saat melaut sedang mengangkut ratusan penumpang plus peralatan bangunan.

oleh Liputan6Diterbitkan 09 Juli 2005, 20:07 WIB
Liputan6.com, Merauke: Penyebab Kapal Motor Digul tenggelam di Laut Arafuru, Merauke, Papua, hingga Sabtu (9/7) ini masih buram. Pengelola Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Merauke mengatakan, lambung kapal bocor akibat terhantam buldoser yang diangkutnya. Buldoser seberat 20 ton itu bergeser dari areal parkir karena kapal jenis roro (roll on-roll off) ini sering diterjang ombak besar. Setelah terjadi kebocoran, air kemudian masuk dan dalam tempo lima menit sudah setinggi leher orang dewasa. Para penumpang, umumnya anak-anak kecil yang tengah tidur akhirnya tidak mampu menyelamatkan diri.

Kemungkinan kapal bocor dibenarkan saksi mata. Faktor kelebihan muatan juga diduga menjadi penyebab kapal tenggelam. Sejauh ini, jumlah penumpang KM Digul memang belum dapat dipastikan. Dalam manifes kapal, terdapat 35 penumpang dan 13 anak buah kapal. Tapi, saksi mata memperkirakan sedikitnya seratus sampai 200 orang berada di atas kapal nahas itu. Kapal juga mengangkut dua buldoser, ratusan sak semen, puluhan ton peralatan bangunan, dan sejumlah mobil.

Dugaan masih banyaknya korban KM Digul membuat keluarga waswas. Apalagi proses penyelamatan berlangsung tersendat-sendat. Hari ini, tim Search and Rescue (SAR) berhasil menyelamatkan satu korban lagi [baca: Seorang Penumpang Kapal Diselamatkan Tim SAR]. Namun, lokasi kapal tenggelam sulit didekati karena cuaca buruk.

Jumlah korban jiwa hingga berita ini disusun masih simpang siur. Sejak KM Digul tenggelam pada Kamis silam, sebanyak 15 korban berhasil diselamatkan dan 14 di antaranya masih dirawat di Rumah Sakit Umum Merauke. Mereka seluruhnya berasal dari Merauke. Berikut nama para korban: Pray Pasangka (18), Lucia (19), Yohanes Renyahan, Titus Yamlean, Parno (23), Ismail (39), Misbah (39), Herman (32), Hermanus Kambuay, Edison (29), Domin (17), Agustinus Katmop, Ali Akbar (42), dan Obet Kamika (23). Seorang lagi, Martinus juga asal Merauke sudah diperbolehkan pulang.(KEN/Mohammad Ridwan)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya