Pemborosan Energi di Pertamina Jakarta

Kantor Pusat Pertamina di Jakarta masih melakukan pemborosan energi. Siang ini, lobi, ruangan serta lorong Pertamina masih terang pencahayaan listrik. Pemborosan energi juga terlihat di Balai Kota DKI Jakarta.

oleh Liputan6Diterbitkan 08 Juli 2005, 15:33 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Penghematan energi di lingkungan kantor pemerintah masih jauh dari harapan. Bahkan, di Kantor Pusat Pertamina di kawasan Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, yang seharusnya lebih ketat melakukan penghematan, justru masih terjadi pemborosan.

Berdasarkan pemantauan SCTV, Jumat (8/7), mulai dari lobi, ruangan maupun lorong Kantor Pertamina tampak terang oleh pencahayaan listrik. Padahal siang hari, sinar matahari masuk ke ruangan itu sehingga tidak perlu lampu listrik. Pemborosan energi ini juga terlihat dari sejumlah ruangan-ruangan kecil yang menggunakan banyak lampu.

Pemborosan energi juga terlihat di Balai Kota DKI Jakarta di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus. Selain lampu, air conditioner (AC) juga tetap dinyalakan di sejumlah ruangan. Padahal tidak semua ruangan berpendingin dan lampunya yang dinyalakan tersebut digunakan untuk bekerja [baca: SBY Menginstruksikan Hemat BBM].

Pemandangan sedikit berbeda terlihat di lingkungan Kantor Wakil Presiden di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus. Lampu taman dan air mancur yang terletak di halaman belakang kini telah dimatikan. Meski demikian, lampu-lampu di sejumlah ruangan dibiarkan tetap menyala. Padahal tidak tampak seorang pun yang berada di ruangan tersebut.

Pun demikian pada sejumlah fasilitas umum yang menggunakan listrik. Salah satunya Patung Arjuna Wijaya di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakpus. Sejak pagi hingga pukul 10.00 WIB, air dan lampu di sekitar patung ini masih tetap menyala. Namun saat berita ini disusun air dan listrik di patung tersebut telah dimatikan.

Sementara di Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, penghematan belum sepenuhnya dilakukan. Ruang tunggu sopir dan musala masih tetap diterangi lampu listrik. Padahal di ruangan itu cukup terang kalau siang hari. Meski demikian, lampu yang ada di lobi gedung ini tak semua dinyalakan.

Begitu juga Istana Negara yang diharapkan menjadi pelopor penghematan ini ternyata masih boros menggunakan listrik. Ini terlihat saat acara pelantikan Kepala Polri baru, Jumat siang. Seluruh lampu ruangan utama untuk pelantikan dinyalakan. Padahal, tanpa lampu cahaya matahari melalui jendela masih cukup. Hidupnya lampu dan pendingin ruangan juga aktif di beberapa ruangan yang sedang tak dipakai.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya