Liputan6.com, Massachussets: Sejumlah ilmuwan asal Boston, Massachussets, Amerika Serikat, menemukan alat deteksi jenis kelamin bayi, baru-baru ini. Alat yang disebut baby gender mentor ini mampu melihat jenis janin saat usia kandungan baru lima pekan. Tingkat akurasi alat ini diklaim mencapai 99,9 persen.
Baby gender mentor bekerja dengan melakukan uji asam deoksiribonukleat (DNA) dari sampel darah calon ibu. Dari uji DNA itu akan diketahui sel janin mengandung kromosom Y, penentu jenis kelamin laki-laki. Hasil tes itu dapat diketahui dalam waktu 48 jam.
Penemuan itu tak urung menimbulkan silang pendapat. Kalangan yang menolak mengkhawatirkan prediksi dini terhadap jenis kelamin janin dapat mendorong orang tua melakukan aborsi jika hasil tes menunjukkan jenis kelamin yang tidak sesuai dengan harapan mereka.
Sejauh ini, para orang tua baru dapat melihat jenis kelamin buah hatinya dengan alat ultrasonografi (USG) saat usia kandungan sekitar empat bulan. Alat ini sekaligus berfungsi memeriksa perkembangan janin dalam kandungan. Meski begitu, tak sedikit pasangan yang memilih menunggu hingga saat kelahiran dengan alasan ingin menjadikan hal itu sebagai kejutan. Penelitian menunjukkan, setengah hingga tiga perempat calon orang tua ingin mengetahui jenis kelamin sang janin sebelum persalinan tiba.(TNA/Idr)
Baby gender mentor bekerja dengan melakukan uji asam deoksiribonukleat (DNA) dari sampel darah calon ibu. Dari uji DNA itu akan diketahui sel janin mengandung kromosom Y, penentu jenis kelamin laki-laki. Hasil tes itu dapat diketahui dalam waktu 48 jam.
Penemuan itu tak urung menimbulkan silang pendapat. Kalangan yang menolak mengkhawatirkan prediksi dini terhadap jenis kelamin janin dapat mendorong orang tua melakukan aborsi jika hasil tes menunjukkan jenis kelamin yang tidak sesuai dengan harapan mereka.
Sejauh ini, para orang tua baru dapat melihat jenis kelamin buah hatinya dengan alat ultrasonografi (USG) saat usia kandungan sekitar empat bulan. Alat ini sekaligus berfungsi memeriksa perkembangan janin dalam kandungan. Meski begitu, tak sedikit pasangan yang memilih menunggu hingga saat kelahiran dengan alasan ingin menjadikan hal itu sebagai kejutan. Penelitian menunjukkan, setengah hingga tiga perempat calon orang tua ingin mengetahui jenis kelamin sang janin sebelum persalinan tiba.(TNA/Idr)