Masinis KRL 583 Diduga Tak Melihat Sinyal

Masinis KRL 583 diduga tak dapat melihat sinyal merah tanda berhenti karena hujan lebat. PT KAI siap bertanggung jawab atas kecelakaan yang menewaskan dua penumpang dan melukai puluhan lainnya itu.

oleh Liputan6Diterbitkan 01 Juli 2005, 14:54 WIB
Liputan6.com, Jakarta: PT Kereta Api Indonesia menduga kecelakaan kereta di Rawabambu, Pasarminggu, Jakarta Selatan, Kamis kemarin, disebabkan masinis kereta rangkaian listrik (KRL) 583 jurusan Bogor-Jakarta tak dapat melihat sinyal merah tanda berhenti. "Mungkin karena saat itu hujan lebat," ujar Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi Jakarta Ahmad Sujadi di Jakarta, Jumat (1/7).

Menurut Ahmad, manajemen PT KAI dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi masih menyelidiki penyebab kecelakaan yang merenggut dua nyawa itu. Pasalnya, masinis KRL 583 Acep Darma belum sepenuhnya sadar untuk dimintai keterangan. Meski demikian, pihaknya siap bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Sebelumnya, Acep mengatakan bahwa dirinya memang tak melihat sinyal berhenti. Pasalnya, sinyal di perlintasan kawasan Rawabambu tersebut tak memberikan kode bahwa ada kereta lain di jalur yang sama. Menurut Acep, sinyal di lokasi tabrakan itu memang sering mengalami gangguan [baca: Masinis KRL 583: Sinyal di Perlintasan Terganggu].

Sejauh ini, pihak PT KAI telah mengevakuasi gerbong dan memperbaiki jalur rel yang rusak akibat tabrakan. Namun, jadwal keberangkatan dan kedatangan KRL Jabotabek jurusan Jakarta-Bogor atau sebaliknya belum sepenuhnya normal.

Dari pemantauan di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, para penumpang yang biasa menggunakan KRL jurusan Jakarta-Bogor mengeluhkan keterlambatan hingga dua jam. Sementara di Stasiun Bojonggede, Bogor, Jawa Barat, terjadi penumpukan penumpang.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya