Liputan6.com, Houston: Astronot terlalu lama berada di wilayah tanpa gravitasi ternyata bisa membahayakan kesehatan. Indikasinya fungsi jantung dan tulang manusia menurun. Para ahli luar angkasa dari Universitas Texas dan Badan Antariksa dan Aeronautika Amerika Serikat (NASA) lantas mencari solusi. Mereka lalu melakukan sejumlah tes untuk astronot di Houston, Texas, AS, baru-baru ini.
Salah satu metode penelitian yang dipakai adalah metode Short-Radius Centrifuge atau menempatkan astronot di mesin sentrifugal untuk mensimulasikan dua kali gaya gravitasi. Uji coba dilakukan selama 21 hari. Dalam kondisi istirahat maka manusia rentan terhadap efek negatif hampa udara. Program ini selanjutnya diteliti secara sistematis agar astronot bisa lebih lama bertahan di luar angkasa.(KEN/Ijx)
Salah satu metode penelitian yang dipakai adalah metode Short-Radius Centrifuge atau menempatkan astronot di mesin sentrifugal untuk mensimulasikan dua kali gaya gravitasi. Uji coba dilakukan selama 21 hari. Dalam kondisi istirahat maka manusia rentan terhadap efek negatif hampa udara. Program ini selanjutnya diteliti secara sistematis agar astronot bisa lebih lama bertahan di luar angkasa.(KEN/Ijx)