Ruang Hampa Udara Berbahaya untuk Astronot

Peneliti dari Universitas Texas dan NASA mengadakan penelitian dengan menggunakan metode Short-Radius Centrifuge. Metode ini memberi simulasi kepada astronot cara bertahan di ruang hampa udara.

oleh Liputan6Diterbitkan 30 Mei 2005, 09:04 WIB
Liputan6.com, Houston: Astronot terlalu lama berada di wilayah tanpa gravitasi ternyata bisa membahayakan kesehatan. Indikasinya fungsi jantung dan tulang manusia menurun. Para ahli luar angkasa dari Universitas Texas dan Badan Antariksa dan Aeronautika Amerika Serikat (NASA) lantas mencari solusi. Mereka lalu melakukan sejumlah tes untuk astronot di Houston, Texas, AS, baru-baru ini.

Salah satu metode penelitian yang dipakai adalah metode Short-Radius Centrifuge atau menempatkan astronot di mesin sentrifugal untuk mensimulasikan dua kali gaya gravitasi. Uji coba dilakukan selama 21 hari. Dalam kondisi istirahat maka manusia rentan terhadap efek negatif hampa udara. Program ini selanjutnya diteliti secara sistematis agar astronot bisa lebih lama bertahan di luar angkasa.(KEN/Ijx)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya