Liputan6.com, Sumbawa: Indonesia sebagai negara kepulauan tentu mempunyai banyak kawasan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata. Salah satunya adalah Pulau Moyo di Kabupaten Sumbawa, Nusatenggara Barat. Kawasan Moyo sudah ditetapkan sebagai cagar alam untuk menjaga kelestarian dan panorama alamnya yang perawan. Sayang, belum tersedianya akses yang memadai membuat Pulau Moyo seakan terasingkan.
Untuk mencapai pulau ini, wisatawan harus menyewa kapal motor nelayan. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu per kapal. Perjalanan dengan kapal motor memakan waktu sekitar 45 menit. Namun begitu, suasana tidak akan terasa membosankan karena pemandangan biru dan panorama indahnya pulau-pulau kecil akan menjadi teman dalam perjalanan. Salah satunya Pantai Tanjung Menangis. Pada masa Kerajaan Sumbawa, tanjung ini menjadi tempat berlabuhnya kapal-kapal pedagang dari Sulawesi. Namun kini tak lagi digunakan karena kawasan tersebut dianggap keramat oleh penduduk.
Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit dari Sumbawa, kapal motor wisatawan akan merapat di Pulau Moyo. Letak geografis pulau ini kira-kira delapan derajat di sebelah selatan Khatulistiwa, sekitar 600 meter di atas permukaan laut. Sebagai kawasan cagar alam, Moyo menawarkan suasana yang masih sangat alami. Dari total luas 36 ribu hektare, hanya sepertiga yang menjadi permukiman penduduk. Salah satunya adalah Desa Labuan Aji.
Tak jauh dari desa itu terdapat Pantai Labuan Aji yang tenang dan damai. Embusan angin dan lembutnya pasir putih begitu hangat terasa dan sungguh mengesankan di pantai tersebut. Berjarak tempuh sekitar 15 menit dari Labuan Aji, terdapat pantai yang tak kalah indahnya, Pantai Tanjung Pasir.
Sebagai pusat berkumpulnya wisatawan, fasilitas yang dimiliki Labuan Aji terbilang minim. Peluang ini dimanfaatkan penduduk dengan menyewakan rumahnya kepada wisatawan. Namun bagi wisatawan asing justru ini sangat menyenangkan. Mereka bisa merasakan keaslian tinggal di pulau tersebut. Sebenarnya, di pulau ini terdapat fasilitas hotel berbintang yang mengetengahkan ramah lingkungan. Namun harga yang ditawarkan sangatlah mahal.
Pernah, mata dunia mengarah ke Pulau Moyo. Ketika itu, tepatnya 16 Agustus 1993, Putri Diana dari Inggris berlibur selama tiga hari dua malam di Ammanwana Resort Hotel di pulau itu. Kehadiran isteri Pangeran Charles, pewaris tahta Kerajaan Inggris itulah, yang membuat Pulau Moyo kemudian terkenal ke seluruh dunia. Sebelumnya, pulau yang terletak 15 kilometer dari tepi utara Pulau Sumbawa ini pun disinggahi bos perusahaan dunia Microsoft, Bill Gates.
Selain untuk menikmati keheningan suasana lama, wisatawan juga datang ke pulau ini untuk mengunjungi dan menikmati Air Terjun Matajitu. Lokasi air terjun bertingkat tiga ini sekitar empat kilometer dari Desa Labuan Aji atau dua jam perjalanan. Lagi-lagi, suasana nyaman, asri, dan pemandangan bukit yang mempesona akan menjadi teman dalam perjalanan. Setiba di lokasi, wisatawan masih harus berjalan kaki sejauh 300 meter. Mendiang Lady Di pun sempat menikmati Air Terjun Matajitu. Air terjun ini tidak pernah kering sekalipun di musim kemarau.
Walaupun tak begitu tinggi, air terjun ini begitu indah dan menakjubkan. Kandungan batu kapur yang mendominasi dasar sungai menjadikan warna air sungai terlihat biru kehijauan seperti batu biru. Konon, Lady Di sempat berenang dan menikmati sunset di sini. Di sekitar air terjun terdapat berbagai jenis satwa lindung, di antaranya burung bertong yang jika bertelur lebih besar telurnya daripada burung itu sendiri.
Sebagian besar Pulau Moyo ini adalah cagar alam. Tak heran jika wisatawan akan menemukan banyak lokasi yang masih perawan. Salah satunya Gua Pasir Putih yang berjarak setengah kilometer dari Pantai Pasir Putih. Perjalanan menuju gua cukup sukar. Wisatawan akan melalui padang ilalang. Sebagai kawasan cagar alam, Pulau Moyo merupakan rumah bagi ratusan jenis tumbuhan savana. Tumbuhan ini menyesuaikan diri dengan iklim NTB yang kering dan terik. Gua ini diyakini sudah ada sejak ratusan tahun silam.
Setelah puas menjelajah Gua Pasir Putih, wisatawan bisa menikmati air laut dengan snorkling. Salah satunya di perairan Pasir Putih. Pemandangan di sekitar perairan ini pun sangat indah. Perairan Pulau Moyo sangat jernih. Dari atas kapal saja, para turis bisa melihat susunan batu karang yang terdapat di kedalaman empat meter. Kelelahan selama perjalanan pun akan sirna dan terpuaskan dengan kejernihan dan keperawanan pantai.(DEN/Asti Megasari dan Effendi Kassah)
Untuk mencapai pulau ini, wisatawan harus menyewa kapal motor nelayan. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu per kapal. Perjalanan dengan kapal motor memakan waktu sekitar 45 menit. Namun begitu, suasana tidak akan terasa membosankan karena pemandangan biru dan panorama indahnya pulau-pulau kecil akan menjadi teman dalam perjalanan. Salah satunya Pantai Tanjung Menangis. Pada masa Kerajaan Sumbawa, tanjung ini menjadi tempat berlabuhnya kapal-kapal pedagang dari Sulawesi. Namun kini tak lagi digunakan karena kawasan tersebut dianggap keramat oleh penduduk.
Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit dari Sumbawa, kapal motor wisatawan akan merapat di Pulau Moyo. Letak geografis pulau ini kira-kira delapan derajat di sebelah selatan Khatulistiwa, sekitar 600 meter di atas permukaan laut. Sebagai kawasan cagar alam, Moyo menawarkan suasana yang masih sangat alami. Dari total luas 36 ribu hektare, hanya sepertiga yang menjadi permukiman penduduk. Salah satunya adalah Desa Labuan Aji.
Tak jauh dari desa itu terdapat Pantai Labuan Aji yang tenang dan damai. Embusan angin dan lembutnya pasir putih begitu hangat terasa dan sungguh mengesankan di pantai tersebut. Berjarak tempuh sekitar 15 menit dari Labuan Aji, terdapat pantai yang tak kalah indahnya, Pantai Tanjung Pasir.
Sebagai pusat berkumpulnya wisatawan, fasilitas yang dimiliki Labuan Aji terbilang minim. Peluang ini dimanfaatkan penduduk dengan menyewakan rumahnya kepada wisatawan. Namun bagi wisatawan asing justru ini sangat menyenangkan. Mereka bisa merasakan keaslian tinggal di pulau tersebut. Sebenarnya, di pulau ini terdapat fasilitas hotel berbintang yang mengetengahkan ramah lingkungan. Namun harga yang ditawarkan sangatlah mahal.
Pernah, mata dunia mengarah ke Pulau Moyo. Ketika itu, tepatnya 16 Agustus 1993, Putri Diana dari Inggris berlibur selama tiga hari dua malam di Ammanwana Resort Hotel di pulau itu. Kehadiran isteri Pangeran Charles, pewaris tahta Kerajaan Inggris itulah, yang membuat Pulau Moyo kemudian terkenal ke seluruh dunia. Sebelumnya, pulau yang terletak 15 kilometer dari tepi utara Pulau Sumbawa ini pun disinggahi bos perusahaan dunia Microsoft, Bill Gates.
Selain untuk menikmati keheningan suasana lama, wisatawan juga datang ke pulau ini untuk mengunjungi dan menikmati Air Terjun Matajitu. Lokasi air terjun bertingkat tiga ini sekitar empat kilometer dari Desa Labuan Aji atau dua jam perjalanan. Lagi-lagi, suasana nyaman, asri, dan pemandangan bukit yang mempesona akan menjadi teman dalam perjalanan. Setiba di lokasi, wisatawan masih harus berjalan kaki sejauh 300 meter. Mendiang Lady Di pun sempat menikmati Air Terjun Matajitu. Air terjun ini tidak pernah kering sekalipun di musim kemarau.
Walaupun tak begitu tinggi, air terjun ini begitu indah dan menakjubkan. Kandungan batu kapur yang mendominasi dasar sungai menjadikan warna air sungai terlihat biru kehijauan seperti batu biru. Konon, Lady Di sempat berenang dan menikmati sunset di sini. Di sekitar air terjun terdapat berbagai jenis satwa lindung, di antaranya burung bertong yang jika bertelur lebih besar telurnya daripada burung itu sendiri.
Sebagian besar Pulau Moyo ini adalah cagar alam. Tak heran jika wisatawan akan menemukan banyak lokasi yang masih perawan. Salah satunya Gua Pasir Putih yang berjarak setengah kilometer dari Pantai Pasir Putih. Perjalanan menuju gua cukup sukar. Wisatawan akan melalui padang ilalang. Sebagai kawasan cagar alam, Pulau Moyo merupakan rumah bagi ratusan jenis tumbuhan savana. Tumbuhan ini menyesuaikan diri dengan iklim NTB yang kering dan terik. Gua ini diyakini sudah ada sejak ratusan tahun silam.
Setelah puas menjelajah Gua Pasir Putih, wisatawan bisa menikmati air laut dengan snorkling. Salah satunya di perairan Pasir Putih. Pemandangan di sekitar perairan ini pun sangat indah. Perairan Pulau Moyo sangat jernih. Dari atas kapal saja, para turis bisa melihat susunan batu karang yang terdapat di kedalaman empat meter. Kelelahan selama perjalanan pun akan sirna dan terpuaskan dengan kejernihan dan keperawanan pantai.(DEN/Asti Megasari dan Effendi Kassah)