Liputan6.com, Kabul: Presiden Afghanistan Hamid Karzai terkejut dengan pemberitaan The New York Times, edisi Jumat silam, yang menuliskan dua warga Afghanistan telah tewas disiksa saat ditahan pasukan Amerika Serikat di pangkalan militer AS di Bagram, Afghanistan. Keterkejutan ini tidak dapat disembunyikan Karzai dalam jumpa persnya di Kabul, Afghanistan, Sabtu (21/5).
Surat kabar AS itu menuliskan bahwa dalam laporan setebal dua ribu halaman milik tim Penyelidik Militer AS, Dilawar dan Habibullah disebutkan tewas setelah mengalami penyiksaan di pusat penahanan tawanan milik AS di Bagram, Desember 2002. Dalam berita itu juga disebutkan, laporannya didapat dari salah seorang anggota tim penyelidik yang sangat kritis terhadap metode yang digunakan AS dalam memperlakukan tahanan.
Dilawar dan Habibullah tewas setelah beberapa hari kedua tangannya diborgol menggantung di langit-langit sel dan kedua kakinya ditinju berkali-kali oleh penjaga tawanan. Habibullah tewas terlebih dahulu dan Dilawar tewas selang enam hari kemudian.
Dalam jumpa pers, Presiden Karzai juga mendesak AS segera mengambil langkah tegas terhadap para pelaku dan memberhentikan mereka dari tugasnya. Karzai akan membahas persoalan ini langsung ke Presiden George Walker Bush yang akan ditemuinya dalam kunjungannya ke AS pekan mendatang.
Kasus ini kembali mencoreng muka militer AS setelah kasus pelecehan Kitab Suci Alquran dalam interogasi tawanan di Penjara Guantanamo, Kuba. Tentang ini, Karzai juga mendesak pemerintah AS segera mengambil langkah tegas terhadap pelaku pelecehan [baca: AS Didesak Menindak Peleceh Alquran].(ZIZ/Idr)
Surat kabar AS itu menuliskan bahwa dalam laporan setebal dua ribu halaman milik tim Penyelidik Militer AS, Dilawar dan Habibullah disebutkan tewas setelah mengalami penyiksaan di pusat penahanan tawanan milik AS di Bagram, Desember 2002. Dalam berita itu juga disebutkan, laporannya didapat dari salah seorang anggota tim penyelidik yang sangat kritis terhadap metode yang digunakan AS dalam memperlakukan tahanan.
Dilawar dan Habibullah tewas setelah beberapa hari kedua tangannya diborgol menggantung di langit-langit sel dan kedua kakinya ditinju berkali-kali oleh penjaga tawanan. Habibullah tewas terlebih dahulu dan Dilawar tewas selang enam hari kemudian.
Dalam jumpa pers, Presiden Karzai juga mendesak AS segera mengambil langkah tegas terhadap para pelaku dan memberhentikan mereka dari tugasnya. Karzai akan membahas persoalan ini langsung ke Presiden George Walker Bush yang akan ditemuinya dalam kunjungannya ke AS pekan mendatang.
Kasus ini kembali mencoreng muka militer AS setelah kasus pelecehan Kitab Suci Alquran dalam interogasi tawanan di Penjara Guantanamo, Kuba. Tentang ini, Karzai juga mendesak pemerintah AS segera mengambil langkah tegas terhadap pelaku pelecehan [baca: AS Didesak Menindak Peleceh Alquran].(ZIZ/Idr)