Liputan6.com, Jakarta: Hentakan kaki, mimik wajah, dan gerakan tangan yang mampu mengekspresikan berbagai kata adalah keunikan tari khas India. Kelincahan para penari dengan ekspresi sarat makna itu mampu membuat penonton terus bertahan menonton pertunjukan. Demikian hasil pantauan SCTV, baru-baru ini, di Jakarta.
Tarian asal India memang memiliki keunikan dibandingkan tarian asal negara lainnya. Pasalnya, kesenian dari Benua Asia yang satu ini menonjolkan hentakan dan bunyi gelang kaki yang seirama dengan pukulan gendang pengiring pentas. Selain itu, seorang penari India harus mampu mengekspresikan tariannya dengan mimik wajah atau gerakan tangan dan tubuh yang berbeda-beda pada tiap suasana. Tak heran bila sang penari pun mampu menggambarkan gelombang di lautan, kasih sayang, hingga kemarahan.
Hentakan kaki dalam tarian India mempunyai lima pola dasar gerakan tersendiri. Yakni gerakan tiga, empat, lima, tujuh, dan sembilan. Bila digabung, gerakan-gerakan dasar itu dapat menghasilkan alunan gerak yang amat kompleks dan sangat menarik.
Tampaknya tak mudah mengadopsi tarian India ini. Sebab kegesitan dan pemahaman arti tarian tentu tak bisa didapatkan dalam tempo singkat. Bahkan di India saja, seorang penari harus memulai mempelajari tarian sejak usia enam tahun. Kegesitan pun mesti selalu dilatih.(BMI/Eva Yunizar dan Dwi Guntoro)
Tarian asal India memang memiliki keunikan dibandingkan tarian asal negara lainnya. Pasalnya, kesenian dari Benua Asia yang satu ini menonjolkan hentakan dan bunyi gelang kaki yang seirama dengan pukulan gendang pengiring pentas. Selain itu, seorang penari India harus mampu mengekspresikan tariannya dengan mimik wajah atau gerakan tangan dan tubuh yang berbeda-beda pada tiap suasana. Tak heran bila sang penari pun mampu menggambarkan gelombang di lautan, kasih sayang, hingga kemarahan.
Hentakan kaki dalam tarian India mempunyai lima pola dasar gerakan tersendiri. Yakni gerakan tiga, empat, lima, tujuh, dan sembilan. Bila digabung, gerakan-gerakan dasar itu dapat menghasilkan alunan gerak yang amat kompleks dan sangat menarik.
Tampaknya tak mudah mengadopsi tarian India ini. Sebab kegesitan dan pemahaman arti tarian tentu tak bisa didapatkan dalam tempo singkat. Bahkan di India saja, seorang penari harus memulai mempelajari tarian sejak usia enam tahun. Kegesitan pun mesti selalu dilatih.(BMI/Eva Yunizar dan Dwi Guntoro)