Sukses

Finding Nemo adalah sebuah film animasi asal Amerika

Informasi Film

  • SutradaraAndrew Stanton
  • ProduserGraham Walters
  • Penulis NaskahAndrew Stanton
  • MenampilkanAlbert Brooks, Ellen DeGeneres, Alexander Gould, Willem Dafoe
  • Rumah ProduksiWalt Disney Studios Motion Pictures, Pixar Animation Studios
  • Tanggal Rilis30 Mei 2003
  • Anggaran$ 94 Million

Finding Nemo adalah sebuah film 3D asal Amerika. Film yang rilis pada tanggal 30 Mei 2003 ini diproduksi oleh Pixar Animation Studios dan didistribusikan oleh Walt Disney Pictures.

Film yang disutradarai oleh Andrew Stanton ini bercerita tentang ikan jenis ocellaris clownfish yang terlalu protektif bernama Marlin, bersama dengan Dory mencari anaknya yang diculik hingga ke pelabuhan kota Sydney. Sepanjang perjalanan, Marlin belajar untuk mengambil resiko dan percaya bahwa Nemo bisa menjaga dirinya sendiri.

Finding Nemo rilis pada tanggal 30 Mei 2003 dan telah menerima kritik positif di seluruh dunia. Film ini sendiri meraih penghargaan Academy Award untuk kategori Best Animated Feature dan juga masuk nominasi Best Original Screenplay. Hal ini wajar, mengingat Finding Nemo merupakan film animasi dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah.

Mencari Nemo di Kehidupan Nyata

Untuk kesekian kalinya Komunitas Backpacker Kece Petarung Waktu (BKPW) mengadakan perjalanan rutinnya. BKPW bersama orang-orang yang penat akan pekerjaan dan butuh hiburan serta liburan, kami menuju ke Pulau Pahawang di Lampung. Pahawang berada di Kecamatan Punduh Padada, Kabupaten Pasawaran, Lampung Selatan.

Pulau ini terbagi menjadi dua yakni Pulau Pahawang Besar dan Pulau Pahawang Kecil.

Pemandangan bawah laut di Pahawang cukup mengagumkan, demikian pula dengan panorama pantainya. Pasir putih yang membentang, air laut yang biru menghampar, dan pulau-pulau yang membukit hijau.

Spot Snorkeling di Pahawang ada beberapa tempat, yang lazim dikunjungi oleh wisatawan diantaranya : Spot-spot di Pulau Pahawang Besar, Pulau Pahwang Kecil, Pulau Kelagian, dan Tanjung Putus.

Para peserta tampak menikmati eksotis dan taman bawah laut di pulau sekitar Pahawang, dan tidak lupa Indonesia itu banyak tempat indah dan tempat bermain para petualang.

Efek Finding Nemo terhadap Ikan Badut

Bisnis film terkadang bisa merembet ke mana-mana. Tengoklah dampak film Spider-Man, yang berbuntut maraknya penjualan beragam asesoris mirip sang tokoh pahlawan para bocah itu. Kali ini pun nyaris sejenis. Usai peluncuran film terbaru karya gabungan Walt Disney Pictures dan Pixar Film bertajuk "Finding Nemo", angka penjualan ikan laut hias jenis badut (amphiprion percula) juga bergeser naik. Rupanya, kehadiran tokoh Nemo, seekor anak clown fish, berhasil merebut hati para bocah di seantero Amerika Serikat. Bukti angka penjualan itu bisa ditengok di sejumlah toko yang khusus menjual hewan peliharaan di Kota New York, AS, baru-baru ini.

Hanya sebulan pascapeluncuran Finding Nemo, para pemilik toko mengaku mencatat peningkatan penjualan ikan laut jenis badut antara 30-50 persen. Walau begitu, ada pula kisah kocak yang merujuk kisah film yang bertutur soal seekor ayah ikan badut bernama Marlin yang tengah mencari anaknya, Nemo di kawasan Great Barrier Reef, Australia itu. Misalnya, sejumlah pemilik toko menuturkan sering mendapat telepon dari orang yang iseng, yang menanyakan bila mereka telah menemukan Nemo yang sebenarnya.

Demam Nemo ini ternyata juga cukup memusingkan para orang tua di Negeri Paman Sam. Harga clown fish memang hanya dipatok US$ 15 per ekor. Namun, biaya akuarium lengkap yang sesuai untuk perawatan ikan laut ini cukup mahal. Satu perangkat akuarium lengkap plus asesoris bisa mencapai seharga US$ 800.

Film Finding Nemo adalah karya animasi berseting panorama bawah laut di Great Barrier Reef yang terkenal di penjuru dunia. Film yang ditayangkan perdana di seluruh Amerika pada 30 Mei silam berkisah tentang Marlin yang mencari anaknya Nemo, yang ditangkap seorang penyelam pencari ikan hias di sebuah wilayah berterumbu karang