Sukses

Menangkan Pilgub Sumut, Djarot Tegaskan Antisuap Masyarakat

Liputan6.com, Medan - Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat menegaskan komitmen untuk tidak menyuap atau menggunakan politik uang dalam memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumut.

Selama ini menurut Djarot, ada fenomena yang kurang baik dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) yang menyuap rakyat untuk memberikan dukungan dan pilihan.

Dia menilai, suap untuk mendapatkan dukungan dalam pilkada merupakan salah satu penyebab utama seorang pemimpin terdorong untuk korupsi.

"Saya tidak akan bagi-bagi duit. Itu yang menyebabkan kepala daerah korupsi. Akar korupsi itu dimulai ketika pemimpinnya menyuap rakyatnya dengan Rp100 sampai Rp200 ribu," ujar Djarot Saiful Hidayat saat bertemu dengan relawan dan masyarakat di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Sumatera Utara seperti dikutip dari Antara, Jumat (20/4/2018).

Secara prinsip, cagub yang berpasangan dengan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Sihar Sitorus ini mengaku sedang hijrah dari Jakarta ke Sumatera Utara untuk berjihad melawan korupsi dan berbagai perilaku yang melawan hukum.

"Hijrah untuk berperang dan berjihad melawan korupsi, melawan narkoba. Berjihad melawan kemisikinan dan kebodohan. Marilah kita bangun toleransi sesama kita. Menghargai pendapat dan pilihan kita masing-masing," papar Djarot.

Jika terpilih, dia berjanji akan membalas kebaikan dan kepercayaan masyarakat tersebut dengan hal yang jauh lebih besar.

"Apa yang nanti saya kembalikan? Bukan uang Rp 100 ribu. Karena itu sekejap saja hilang. Salah satu balasan dan menjadi tanggung nantinya adalah memberikan kesempatan sebesar-besarnya bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan," kata Djarot Saiful Hidayat.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Balasan Untuk Masyarakat

Dalam bidang pendidikan, Djarot akan memberi balasan dengan beasiswa untuk siswa SMA/SMK.

"Setiap bulan nanti siswa akan kita berikan beasiswa. Dan uangnya langsung kita transfer ke rekening. Dan itu jauh lebih besar dari Rp100 ribu," jelas Djarot.

Kemudian di bidang kesehatan, lanjut dia, kepercayaan dan mandat masyarakat tersebut akan diganti dengan meringankan biaya rumah sakit melalui penyediaan Kartu Sumut Sehat.

Salah satu tokoh relawan Martin Lumbangaol mengatakan, masyarakat harus dapat menyatukan hati untuk memilih pasang Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.

"Kita dari warga yang beragama muslim, kristen, dan lainnya menginginkan Djarot-Sihar adalah gubernur dan wakil gubernurnya," tegas Martin.

Artikel Selanjutnya
KPU Tegaskan Tak Ada Alasan Pilkada Kembali ke DPRD, Ini Penjelasannya
Artikel Selanjutnya
KPK Umumkan LHKPN Paslon Pilkada Sulsel 2018