Sukses

Rusia Peringati Hari Diplomat, Dubes Lyudmila Vorobieva: Hubungan dengan Indonesia Terus Diperkuat

Liputan6.com, Jakarta - Duta Besar Rusia untuk RI Lyudmila Vorobieva menyebut hubungan dengan Indonesia terus diperkuat, mengingat bilateral kedua negara telah terbangun sejak 74 tahun lalu.

Hal ini disampaikan saat Rusia memperingati dan merayakan Hari Diplomat yang jatuh setiap 10 Februari.

"Setiap tahun pada tanggal 10 Februari Rusia merayakan Hari Diplomat. Hari besar profesional ini ditetapkan pada tahun 2002 sesuai dengan Peraturan Presiden Rusia dan menunjukkan pentingnya diplomasi dan pengakuan masyarakat atas profesi diplomat dalam kehidupan modern Rusia," kata Dubes Lyudmila dalam pernyataan pers-nya yang diterima Liputan6.com, Minggu (11/2/2024).

"Tanggal 10 Februari dipilih karena pada hari itu tahun 1549 dibentuk lembaga urusan luar negeri pertama bernama Departamen Para Duta Besar (Posolsky Prikaz)."

Pada peringatan Hari Diplomat, Menteri Luar Negeri Rusia mengadakan pertemuan dengan jajaran Kemlu untuk memberikan penghargaan kepada para diplomat yang mencapai prestasi besar dan para veteran dinas diplomatik.

Selain itu, juga diselenggararakan acara penempatan karangan bunga pada tempat pemakaman diplomat.

Dalam kegiatannya Kementerian Luar Negeri Rusia mengikuti Konsep Kebijakan Luar Negeri Rusia baru yang diteken oleh Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin pada tanggal 31 Maret, 2023.

Sesuai dengan dokumen ini diplomasi Rusia menjalankan tugas-tugas mendasar, yaitu: membangun sistem internasional multipolar, memastikan kondisi untuk pembangunan umat manusia yang damai dan progresif berdasarkan agenda pemersatu dan konstruktif, menghapuskan sistem penjajahan dunia, memperkuat potensi BRICS, Organisasi Kerja Sama Shanghai, dan Uni Ekonomi Eurasia.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Hubungan Indonesia-Rusia

Dubes Lyudmila memberikan sejumlah alasan, bahwa hubungan Rusia-Indonesia terus terjalin kokoh lantaran telah banyak bukti persahabatan yang terbangun antara kedua negara. 

"Meskipun terpisahkan jarak ribuan kilometer dan beberapa zona waktu, Rusia dan Indonesia hingga saat ini berhasil untuk terus memperkuat hubungan bilateral berkat usaha para diplomat kedua negara kita," kata Dubes Lyudmila.

"Kisah ini mulai pada tahun 1894 dengan munculnya Konsulat Rusia pertama di Batavia. Sejak terjalinnya hubungan diplomatik URSS-Indonesia lebih dari 74 tahun yang lalu, pada tanggal 3 Februari 1950, kerja sama antarnegara kita telah berkembang secara dinamis di banyak bidang."

"Simbol-simbol kerja sama ini, antara lain, dapat dilihat di Jakarta: Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rumah Sakit Persahabatan, Tugu Tani, serta sejumlah sarana-prasarana di kota-kota lain yang dibangun dengan bantuan langsung dari Uni Soviet pada tahun 1960-an."

Dubes Lyudmila menekankan, di dunia yang hari ini penuh dengan tantangan dan ketidakstabilan, maka makna dinas diplomatik menjadi semakin aktuil.

"Pada hari besar ini saya ingin mengucapkan selamat kepada semua teman di Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Rusia, serta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada mitra kami di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia," kata Dubes Lyudmila.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.