Sukses

Ramai soal Isu Vaksin Berisi Virus Hidup, Vaksinolog Pastikan Itu Hoaks

Liputan6.com, Jakarta Hoaks soal vaksin covid-19 belum juga surut di beberapa platform media sosial. Salah satu hoaks yang ramai dibicarakan adalah, vaksin berisi virus hidup yang membahayakan.

Namun, klaim itu dinyatakan salah oleh vaksinolog sekaligus Dokter Penyakit Dalam di RS Menteng Mitra Afia, dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD.

"Seluruh jenis vaksin covid-19 yang digunakan seluruh dunia saat ini, tidak ada satupun yang mengandung virus hidup. Khususnya untuk vaksin Sinovac yang digunakan di Indonesia, itu mengandung virus yang sudah dimatikan," kata dr. Dirga.

"Kalau sudah dimatikan, tentu tidak bisa hidup lagi. Jadi, mustahil orang menjadi sakit covid-19 karena vaksinasi. Dan tidak mungkin juga orang yang di PCR jadi positif covid-19 gara-gara vaksinasi," ujarnya menambahkan.

Vaksinolog ini juga membantah kalau program vaksinasi untuk melawan covid-19 bisa menyebabkan kematian. Dia menegaskan kalau program vaksinasi yang berjalan di Indonesia sejak 13 Januari lalu, murni untuk melawan pandemi covid-19.

"Tidak benar juga ada laporan atau bukti vaksin covid-19 menyebabkan kematian," ucapnya.

Lebih lanjut, dr. Dirga mengatakan, vaksin covid-19 atau vaksin lainnya, hanya memiliki efek samping yang ringan. Vaksinasi pun, disebut dr. Dirga memiliki banyak manfaat.

"Semua produk medis, selain memiliki manfaat, juga mempunyai efek samping. Efek samping vaksin dikenal dengan KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi. Dari penelitian diketahui bahwa maoritas KIPI bersifat ringan dan merupakan reaksi lokal, yakni nyeri atau kemerahan di bekas suntikan," katanya menegaskan.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerja sama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: