Kapolda Maluku Marah

Kapolda Maluku Brigjen Pol. Adityawarman menganggap tuntutan mahasiwa yang mendesaknya mundur tidak logis. Dia berjanji anak buahnya yang terlibat bentrokan di Kampus Universitas Pattimura.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 April 2005, 19:47 WIB
Liputan6.com, Ambon: Kepala Kepolisian Daerah Maluku Brigadir Jenderal Polisi Adityawarman marah saat berdialog dengan mahasiswa, Rabu (20/4) petang. Dia kesal didesak mundur karena dianggap tak bisa menangani anak buahnya yang berlaku anarkis dan menyerang Kampus Universitas Pattimura Ambon.

Adityawarman, dengan nada tinggi, mengatakan tuntutan mahasiswa tak logis. "Saya datang ke Ambon untuk bertugas. Bukan untuk didesak-desak mundur," kata Kapolda Maluku tegas. Dia juga meminta anak buahnya segera mencatat identitas mahasiswa yang mendesaknya mundur.

Setelah emosinya agak mereda, Adityawarman mengatakan, akan memeriksa anak buahnya yang terlibat bentrokan di Kampus Universitas Pattimura [baca: Mahasiswa Universitas Pattimura Bentrok dengan Polisi]. Untuk itu, dia meminta, mahasiswa agar bersabar.

Sampai berita ini disusun empat mahasiswa yang terluka dalam bentrokan masih dirawat di rumah sakit. Sedangkan sejak pagi sampai sore tadi, kegiatan perkuliahan di universitas terbesar di Kota Ambon itu belum normal.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Maluku Anti-Republik Maluku Selatan, siang tadi, menggelar unjuk rasa di Kantor DPRD Kota Malang di kawasan Monumen Tugu, Jawa Timur. Demonstran secara tegas mengutuk segala usaha RMS untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pengunjuk rasa mendesak pemerintah segera membubarkan RMS serta mengadili semua anggota kelompok separatis itu, termasuk anggota keluarga Alex Manuputty--pimpinan eksekutif Front Kedaulatan Maluku (FKM)--yang sudah tertangkap [baca: Empat Anggota RMS Ditangkap Polisi]. Demonstran juga menolak intervensi asing dalam penuntasan masalah RMS.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya