Liputan6.com, Solok: Puluhan kawah baru bermunculan di Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, yang meletus Selasa silam. Sementara di sekitar puncak gunung, banyak pepohonan yang kering akibat terkena hawa panas kawah. Hingga kini, Gunung Talang masih berstatus Awas yang artinya sewaktu-waktu gunung setinggi 2.597 meter di atas permukaan laut ini bisa meletus kembali. Letusan juga mengakibatkan kondisi puncak gunung dipenuhi dengan retakan.
Tim Liputan 6 SCTV yang mendaki hingga puncak Gunung Talang, Jumat (15/4), melihat banyak pepohonan tumbang akibat letusan empat hari silam. Asap gas belerang dan debu vulkanik pun terus menyembur dari kawah-kawah baru. Tiang asap--semburan asap belerang dari kawah--mencapai ketinggian sekitar 200 meter hingga 300 meter. Kendati begitu, puncak gunung kini sudah bisa dilihat dengan mata telanjang. Sejauh ini petugas Pos Pemantau Gunung Talang tetap meminta warga untuk waspada dan tidak tinggal di sekitar gunung.
Penetapan status dari Siaga ke Awas membuat aktivitas warga di Kabupaten Solok, terhenti [baca: Solok Masih Lumpuh]. Beberapa sekolah masih meliburkan kegiatan belajar-mengajar. Para pedagang di sejumlah pasar tradisional juga belum berani berjualan. Selain itu, kantor camat, kantor wali nagari, dan kantor lainnya masih belum beraktivitas.(DEN/Grace Natali dan Dwi Guntoro)
Tim Liputan 6 SCTV yang mendaki hingga puncak Gunung Talang, Jumat (15/4), melihat banyak pepohonan tumbang akibat letusan empat hari silam. Asap gas belerang dan debu vulkanik pun terus menyembur dari kawah-kawah baru. Tiang asap--semburan asap belerang dari kawah--mencapai ketinggian sekitar 200 meter hingga 300 meter. Kendati begitu, puncak gunung kini sudah bisa dilihat dengan mata telanjang. Sejauh ini petugas Pos Pemantau Gunung Talang tetap meminta warga untuk waspada dan tidak tinggal di sekitar gunung.
Penetapan status dari Siaga ke Awas membuat aktivitas warga di Kabupaten Solok, terhenti [baca: Solok Masih Lumpuh]. Beberapa sekolah masih meliburkan kegiatan belajar-mengajar. Para pedagang di sejumlah pasar tradisional juga belum berani berjualan. Selain itu, kantor camat, kantor wali nagari, dan kantor lainnya masih belum beraktivitas.(DEN/Grace Natali dan Dwi Guntoro)