Flu Burung Belum Ditemukan di Jakarta

Hal itu dinyatakan Kepala Sub Dinkes Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKI Jakarta dokter hewan Enny Pudjiwati. Ratusan burung puyuh yang mati di Jakut, Januari 2005, ternyata hanya terjangkit tetelo.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Maret 2005, 20:02 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Wabah flu burung belum ditemukan di Jakarta. Ratusan burung puyuh yang mati di Jakarta Utara, Januari silam, setelah dilakukan penelitian ternyata tak terjangkit flu burung. "Kami mengarah kepada penyakit tetelo," kata Kepala Sub Dinas Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKI Jakarta dokter hewan Enny Pudjiwati di Jakarta, Rabu (23/3).

Enny juga meminta masyarakat Jakarta tak perlu khawatir mengonsumsi daging dan telur ayam. Asalkan, daging dan telur ayam dimasak pada suhu 80 derajat Celcius yang dapat membuat virus flu burung mati.

Hasil penelitian Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang diumumkan pada akhir Januari silam justru menyatakan sebaliknya. Jakarta dinyatakan telah terjangkit flu burung. Karena itu, pemerintah diminta memusnahkan hewan yang terjangkit untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus [baca: Jakarta dan Brebes Dipastikan Terserang Flu Burung].(AWD/Cindy Agustina dan Theopilus Sandy)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya