Liputan6.com, Jakarta: Pilot Garuda Pollycarpus yang disebut-sebut terkait dengan tewasnya aktivis hak asasi manusia Munir memenuhi panggilan komisi gabungan DPR, Senin (7/3). Usai rapat tertutup yang berlangsung dua jam, Pollycarpus mengaku kecewa dengan Tim Gabungan DPR Kasus Munir yang tidak mempercayai keterangannya.
Sementara itu anggota Dewan menyebut keterangan Pollycarpus berbelit-belit. Pimpinan rapat Slamet Effendy Yusuf bahkan mengaku heran bila seorang pilot tidak konsisten dan tidak memiliki jawaban yang tepat. "Pemahaman kita pilot itu adalah seorang yang cerdas," kata Slamet.
Kuasa hukum Pollycarpus, Suhardi Somomoeljono yang tidak diperkenankan masuk ke ruang rapat mengeluhkan sikap diskriminasi DPR terhadap kliennya. Suhardi membandingkan, Direktur Utama Garuda Indra Setiawan yang memberikan keterangan di depan anggota DPR pekan silam boleh didampingi kuasa hukum [baca: Pollycarpus Membantah Terlibat Kasus Munir].(YYT/Ifa Munaf dan Zakaria)
Sementara itu anggota Dewan menyebut keterangan Pollycarpus berbelit-belit. Pimpinan rapat Slamet Effendy Yusuf bahkan mengaku heran bila seorang pilot tidak konsisten dan tidak memiliki jawaban yang tepat. "Pemahaman kita pilot itu adalah seorang yang cerdas," kata Slamet.
Kuasa hukum Pollycarpus, Suhardi Somomoeljono yang tidak diperkenankan masuk ke ruang rapat mengeluhkan sikap diskriminasi DPR terhadap kliennya. Suhardi membandingkan, Direktur Utama Garuda Indra Setiawan yang memberikan keterangan di depan anggota DPR pekan silam boleh didampingi kuasa hukum [baca: Pollycarpus Membantah Terlibat Kasus Munir].(YYT/Ifa Munaf dan Zakaria)