Pengikut Perguruan Winongo Kembali Mengamuk

Lagi-lagi ratusan anggota Perguruan Silat Tunas Muda Setia Hati Winongo (SH Winongo) di Madiun, Jawa Timur, mengamuk dan merusak rumah warga Desa Ngelames. Penyebabnya masih soal perseteruan dengan SH Teratai.

oleh Liputan6Diterbitkan 27 Februari 2005, 20:24 WIB
Liputan6.com, Madiun: Perguruan Silat Tunas Muda Setia Hati Winongo (SH Winongo) di Madiun, Jawa Timur, kembali mengamuk di Desa Ngelames, Ahad (27/2) pagi. Aksi brutal ratusan anggota SH Winongo ini dipicu berkibarnya bendera SH Teratai di dekat rumah warga. Kedua perguruan silat ini memang saling berseteru.

Amuk anggota SH Winongo yang akan mengikuti Suroan Agung di Desa Ngelames itu sulit dikendalikan. Polisi dari Kepolisian Resor Madiun dan Polres Magetan yang mengamankan situasi tidak berkutik. Massa yang tidak terkendali kemudian merusak sejumlah rumah warga. Kaca dan atap rumah warga banyak yang hancur. Kaca depan mobil milik Polres Madiun dan Polres Magetan juga hancur. Massa umumnya membawa batu, pentungan dan senjata tajam.

Massa yang berasal dari Desa Ngelames, Kalirejo dan Caruban ini baru dapat dikendalikan setelah dua peleton Brigade Mobil Kompi 2C Madiun dan 3C Bojonegoro diturunkan. Hingga petang tadi, sejumlah desa di Madiun seperti Jogobayan, Sukolilo dan Gemaran masih tegang.

Aksi brutal dan tawuran antara pengikut SH Winongo dan SH Teratai bukanlah yang pertama kali. Malah bisa dikatakan sering. Pertengahan Oktober 2003, dua perguruan ini terlibat tawuran. Dalam aksi tersebut jajaran Polres Madiun menangkap empat tersangka yang diduga menjadi provokator. Tawuran tak berlangsung lama karena saat itu kedua pimpinan perguruan berdamai [baca: Terlibat Tawuran, Empat Warga Desa Balerejo Ditahan].

Di kalangan pengikut SH Winongo dikenal dengan Suroan Agung untuk memperingati kelahiran perguruan ini setiap tanggal 10 Suro penanggalan Jawa atau Muharam dalam Islam. Menjelang atau setiap tanggal 10 Suro pengikut SH Winongo menggelar upacara ritual dan selamatan untuk mengenang pendiri perguruan, Ki Ngabehi Suro Diwiryo. Hingga kini anggota SH Winongo mencapai 64 ribu orang, tersebar di seluruh Indonesia dan berbagai belahan dunia.

Sebenarnya SH Winongo dan Teratai itu dulunya satu perguruan dan sama-sama di bawah asuhan Ki Ngabehi Suro Diwiryo. Karena suatu sebab, para murid Ki Suro akhirnya mengalami perpecahan dan masing-masing berupaya untuk membesarkan perguruannya. Belakangan perpecahan ini menjadi perseteruan yang gampang pecah.(YYT/Dirgo Suyono)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya