Rachmat Witoelar Mengakui Teluk Buyat Tercemar

Saat berkunjung ke Teluk Buyat, Sulut, warga Buyat Pantai, Minahasa Selatan, mengeluhkan penyakit aneh yang mereka derita. Agar kesehatan mereka tak memburuk, Menneg LH Rachmat Witoelar meminta mereka direlokasi.

oleh Liputan6Diterbitkan 16 Februari 2005, 09:13 WIB
Liputan6.com, Minahasa: Pencemaran Teluk Buyat, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, diyakini menyebabkan kesehatan warga Buyat Pantai, terganggu dan memburuk. Hal ini dinyatakan Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar setelah berkunjung ke Teluk Buyat bersama Gubernur Sulut A.J. Sondakh, baru-baru ini.

Saat mengunjungi kawasan ini, warga Buyat yang telah beberapa tahun menderita penyakit karena pencemaran di Teluk Buyat berebut mengadukan nasibnya pada Rachmat Witoelar. Mereka mengeluhkan sakit aneh, seperti pusing-pusing disertai mual dan benjol-benjol di beberapa bagian tubuh [baca: Kasus Buyat Kembali Memakan Korban].

Dalam dialog dengan Menneg LH, terungkap gangguan kesehatan ini dirasakan setelah PT Newmont Minahasa Raya beroperasi. Sebelumnya, tim terpadu bentukan pemerintah juga mengatakan perusahaan pertambangan Amerika Serikat ini telah mencemari Teluk Buyat akibat limbah tailing yang dibuang ke Teluk Buyat melebihi batas.

Setelah melihat dan mendengar langsung dari warga setempat, Rachmat Witoelar menegaskan kondisi kesehatan warga Buyat yang memburuk tak bisa dibiarkan dan mesti segera ditangani. Agar kondisi mereka tak lebih buruk, Rachmat meminta warga Buyat yang berprofesi sebagai nelayan segera direlokasi. Menteri juga meminta penanganan kesehatan mereka dilakukan secepatnya.

Di depan Witoelar, Gubernur A.J. Sondakh yang selama ini dinilai kurang peduli terhadap nasib warga Buyat, berjanji secepatnya berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk merelokasi warga Buyat. Namun, dia belum bisa memastikan lokasi yang tepat bagi warga Buyat mengingat mereka hidup sebagai nelayan.(MAK/Tommy Fadjar dan Anto Susanto)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya