Liputan6.com, Banda Aceh: Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, mendapatkan bantuan penjernih air siap minum. Alat buatan Amerika Serikat yang telah beroperasi sejak kemarin ini mampu memproduksi air siap minum sebanyak 200 meter kubik per hari. Alat ini sangat berguna untuk menambah produksi PDAM Banda Aceh yang sebelumnya hanya mampu menyuplai air bersih sebanyak 65 truk tangki per hari. Penyerahan penjernih ini disaksikan Ketua Harian Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi Alwi Shihab di Banda Aceh, NAD, Ahad (6/2) siang.
Sementara itu pusat keramaian di Banda Aceh makin dipadati warga. Salah satu tempat yang dijadikan warga untuk menikmati suasana Ahad sore ini adalah kawasan Ulee Kareng, Banda Aceh. Sejumlah ruas jalan di daerah itu tampak padat. Ada warga yang sekadar jalan-jalan, banyak pula yang menikmati hidangan di kedai-kedai kopi. Di antara warga yang hilir mudik, tak sedikit dijumpai relawan dan personel TNI yang beristirahat. Mereka umumnya menikmati kopi panas atau es kopi yang menjadi menu andalan kedai kopi di Ulee Kareng.
Wilayah Ulee Kareng memang sejak lama menjadi pusat kegiatan masyarakat Banda Aceh untuk menghabiskan waktu Ahad petang. Daerah yang lolos dari amukan Tsunami ini belakangan semakin ramai karena sejumlah tempat hiburan lain banyak yang rusak diterjang Tsunami. Selain tempat santai dan hiburan, di Jalan T. Iskandar, Ulee Kareng juga bisa dijumpai puluhan rumah toko yang menyediakan berbagai kebutuhan sandang, pangan, hingga barang-barang elektronik. Karena itu, tak jauh dari pusat keramaian ini terdapat tempat pengungsi yang dihuni ratusan orang. Tepatnya, di areal Masjid Baitusshalihin [baca: Aceh Mulai Berdenyut].(YAN/Jerremy Tetty)
Sementara itu pusat keramaian di Banda Aceh makin dipadati warga. Salah satu tempat yang dijadikan warga untuk menikmati suasana Ahad sore ini adalah kawasan Ulee Kareng, Banda Aceh. Sejumlah ruas jalan di daerah itu tampak padat. Ada warga yang sekadar jalan-jalan, banyak pula yang menikmati hidangan di kedai-kedai kopi. Di antara warga yang hilir mudik, tak sedikit dijumpai relawan dan personel TNI yang beristirahat. Mereka umumnya menikmati kopi panas atau es kopi yang menjadi menu andalan kedai kopi di Ulee Kareng.
Wilayah Ulee Kareng memang sejak lama menjadi pusat kegiatan masyarakat Banda Aceh untuk menghabiskan waktu Ahad petang. Daerah yang lolos dari amukan Tsunami ini belakangan semakin ramai karena sejumlah tempat hiburan lain banyak yang rusak diterjang Tsunami. Selain tempat santai dan hiburan, di Jalan T. Iskandar, Ulee Kareng juga bisa dijumpai puluhan rumah toko yang menyediakan berbagai kebutuhan sandang, pangan, hingga barang-barang elektronik. Karena itu, tak jauh dari pusat keramaian ini terdapat tempat pengungsi yang dihuni ratusan orang. Tepatnya, di areal Masjid Baitusshalihin [baca: Aceh Mulai Berdenyut].(YAN/Jerremy Tetty)