Harga Pertamax-Pertamax Plus Naik, Pom Bensin Sepi

Di beberapa SPBU yang menyediakan pertamax dan pertamax plus di Jakarta, kendaraan yang mengisi BBM tampak lengang. Beberapa warga justru mengaku tak mengetahui jika Pertamina telah menaikkan dua jenis BBM itu.

oleh Liputan6Diterbitkan 19 Desember 2004, 06:05 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Terhitung mulai Ahad (19/12) pukul 00.00 WIB, Pertamina menaikkan harga elpiji, pertamax, dan pertamax plus. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) itu bervariasi, yakni antara 40 hingga 60 persen. Kenaikan harga ketiga jenis BBM ini dimumkan Pertamina kemarin petang di Jakarta [baca: Harga Elpiji, Pertamax, dan Pertamax Plus Naik].

Berdasarkan pemantauan SCTV hingga Sabtu tengah malam, tidak tampak antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di Jakarta. Di beberapa SPBU yang menyediakan pertamax dan pertamax plus, kendaraan yang mengisi BBM tidak begitu ramai dibanding ketika Pertamina menaikkan minyak jenis premium dan solar. Beberapa warga yang tengah mengisi pertamax dan pertamax plus justru mengaku tidak mengetahui jika Pertamina telah menaikkan harga BBM jenis ini antara 40 hingga 60 persen pada tengah malam tadi.

Adapun harga elpiji yang semula Rp 3.000 per kilogram menjadi Rp 4.250 per kg atau Rp 51 ribu per tabung isi 12 kilogram. Khusus di Batam, Kepulauan Riau, harga elpiji menjadi Rp 4.800 per kg dari Rp 3.500 per kg. Menurut pihak Pertamina, kenaikan harga disebabkan elpiji masih murni barang impor. Sedangkan harga Pertamax yang semula Rp 2.450 per liter menjadi Rp 4.000 per liter. Harga Pertamax Plus dari Rp 2.750 per liter menjadi Rp 4.200 per liter.(DEN/Cindy Agustina dan Budi Sukma)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya