Liputan6.com, Semarang: Mulai Rabu (15/12) ini, Bank Century beroperasi. Bank ini adalah hasil penggabungan tiga bank: Bank Century Intervest Corporation (CIC), Bank Pikko, dan Bank Danpac. Bank baru ini berkantor pusat di kawasan Senayan, Jakarta. Selain mengganti plang nama, Bank Century secara bertahap mulai mengatur ulang administrasi, seperti penggantian kop surat dan lambang bank.
Wakil Direktur Utama Bank Century Hermanus Hasan Muslim mengharapkan, nasabah ketiga bank yang dimerger tidak bingung karena administrasi rekening masih menggunakan rekening lama. Hermanus juga mengatakan, merger tak akan berdampak pada rasionalisasi karyawan.
Hermanus juga mengatakan, merger tak mempengaruhi segmen pasar masing-masing. Bank CIC masih terfokus pada sektor valuta asing, Bank Danpac pada kredit perusahaan, dan Bank Pikko pada sektor retail di wilayah Sumatra Selatan. Sebagai bank publik yang tercatat di Bursa Efek Jakarta, saham Bank Century akan dicatat dengan kode BCIC atau Bank CIC yang menjadi pimpinan merger.
Merger dilakukan karena permodalan ketiga bank dianggap tidak kuat. Setelah digabung atas anjuran Bank Indonesia, aset bank mencapai Rp 8 triliun lebih [baca: Pemerintah Berniat Memprivatisasi Tujuh BUMN].(ZAQ/Tim Liputan 6 SCTV)
Wakil Direktur Utama Bank Century Hermanus Hasan Muslim mengharapkan, nasabah ketiga bank yang dimerger tidak bingung karena administrasi rekening masih menggunakan rekening lama. Hermanus juga mengatakan, merger tak akan berdampak pada rasionalisasi karyawan.
Hermanus juga mengatakan, merger tak mempengaruhi segmen pasar masing-masing. Bank CIC masih terfokus pada sektor valuta asing, Bank Danpac pada kredit perusahaan, dan Bank Pikko pada sektor retail di wilayah Sumatra Selatan. Sebagai bank publik yang tercatat di Bursa Efek Jakarta, saham Bank Century akan dicatat dengan kode BCIC atau Bank CIC yang menjadi pimpinan merger.
Merger dilakukan karena permodalan ketiga bank dianggap tidak kuat. Setelah digabung atas anjuran Bank Indonesia, aset bank mencapai Rp 8 triliun lebih [baca: Pemerintah Berniat Memprivatisasi Tujuh BUMN].(ZAQ/Tim Liputan 6 SCTV)