Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta mencatat sebanyak 78 titik yang berpotensi banjir pada musim hujan tahun ini. Sebagian besar di antaranya sudah dikenal sebagai daerah rawan banjir. Karena itulah, baru-baru ini, pemerintah Jakarta meminta masyarakat, terutama yang bertempat tinggal di wilayah-wilayah rawan banjir, untuk mewaspadai bahaya banjir.
Daerah rawan banjir tersebar di lima wilayah Jakarta. Sebanyak 22 titik terdapat di Jakarta Utara yang umumnya terdiri dari dataran rendah. Itu antara lain terdapat di Kelapa Gading, Sunter, dan Pluit. Di Jakarta Selatan terdapat 19 titik rawan banjir. Sebanyak sembilan titik lagi terdapat di Jakarta Pusat. Sementara di Jakarta Barat dan Jakarta Timur, masing masing 16 dan 12 titik rawan banjir.
Untuk mengantisipasi bahaya banjir, Pemda Jakarta juga sudah menyiagakan bantuan personel dan peralatan banjir. Alat-alat itu berupa perahu karet, karung pasir, truk, tenda pleton, dan dapur umum.(AWD/Cindy Agustina dan Yuli Sasmito)
Daerah rawan banjir tersebar di lima wilayah Jakarta. Sebanyak 22 titik terdapat di Jakarta Utara yang umumnya terdiri dari dataran rendah. Itu antara lain terdapat di Kelapa Gading, Sunter, dan Pluit. Di Jakarta Selatan terdapat 19 titik rawan banjir. Sebanyak sembilan titik lagi terdapat di Jakarta Pusat. Sementara di Jakarta Barat dan Jakarta Timur, masing masing 16 dan 12 titik rawan banjir.
Untuk mengantisipasi bahaya banjir, Pemda Jakarta juga sudah menyiagakan bantuan personel dan peralatan banjir. Alat-alat itu berupa perahu karet, karung pasir, truk, tenda pleton, dan dapur umum.(AWD/Cindy Agustina dan Yuli Sasmito)