Pansus Kasus Munir Menggelar Rapat

Rapat pansus kasus kematian Munir membahas langkah selanjutnya dalam mengungkap kematian aktivis hak asasi manusia itu. Dalam pertemuan ini, para aktivis LSM meminta pansus segera membentuk tim independen.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 Desember 2004, 20:12 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Panitia khusus kasus kematian Munir menggelar pertemuan dengan sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat di Jakarta, Selasa (7/12). Rapat yang diketuai Taufikurrahman Saleh ini membahas langkah selanjutnya dalam mengungkap kematian aktivis hak asasi manusia itu. Anggota pansus yang hadir di antaranya mantan Jaksa Agung Andi Ghalib dan anggota Komisi I DPR Slamet Effendy Yusuf.

Dalam pertemuan ini, para aktivis LSM meminta pansus segera membentuk tim independen seperti yang diminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, beberapa waktu silam. Tim tersebut penting untuk akurasi dan penyelidikan. Menanggapi hal itu, Taufikurrahman berjanji akan secepatnya membentuk tim yang dimaksud [baca: Pemerintah Didesak Membentuk Tim Independen Kasus Munir].

Sementara itu Kontras masih meneliti dokumen otopsi kematian Munir. Dokumen berbahasa Belanda itu diterima Kontras dari Markas Besar Polri. Dengan menerjemahkan dokumen itu ke dalam bahasa Indonesia, misteri kematian Munir diharap dapat segera terungkap.

Pada hari yang sama, Kepala Polri Jenderal Polisi Da`i Bachtiar meminta semua pihak bersabar. Menurut Da`i, pihaknya masih berupaya untuk mengungkap kasus ini. Di antaranya mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi untuk dianalisis dan didalami hingga mengarah kepada pelaku [baca: Soal Munir, Semua Pihak Diminta Bersabar].(OZI/Fransambudi dan Erwin Arief)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya