Pollycarpus Merasa Sedang Dikorbankan

Pollycarpus mengaku memberikan kursinya di kelas bisnis karena Munir yang duduk di kelas ekonomi mengatakan takut ketingggian. Jika terbukti membunuh Munir, pilot senior Garuda ini menegaskan dirinya siap dipotong.

oleh Liputan6Diterbitkan 04 Desember 2004, 05:34 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Kasus kematian tokoh hak asasi manusia Munir hingga kini masih buram. Polri masih terus menelisik sejumlah saksi. Jumat (3/12), Polri memanggil Pollycarpus sebagai saksi. Salah satu pilot senior maskapai penerbangan Garuda Indonesia itu membantah dirinya terlibat dalam kasus itu. "Saya bersedia dipotong karenanya," kata Pollycarpus usai diperiksa di Markas Besar Polri, Jakarta.

Nama Pollycarpus mulai muncul seiring penyelidikan kematian Munir. Dia diduga kuat orang yang mengajak Munir pindah ke kursi 3 K di kelas bisnis. Sebelumnya, Munir terdaftar sebagai penumpang di kelas ekonomi dengan nomor tempat duduk 40 G dalam pesawat Garuda GA-974 tujuan Jakarta-Amsterdam. Suciwati, istri Munir, juga mengatakan Pollycarpus beberapa kali menanyakan keberangkatan Munir ke Belanda [baca: Arsen Menutup Rapat Mulut Munir Selamanya].

Atas dasar informasi itulah, tudingan tak sedap dialamatkan kepada Pollycarpus. Namun dia membantah. Pollycarpus justru menduga ada pihak lain yang sengaja mengorbankan dirinya. Dia bahkan siap untuk menyajikan sejumlah bukti untuk mementahkan tuduhan itu.

Soal alasan memindahkan Munir ke kelas bisnis, menurut Polly karena Munir takut ketinggian (acrophobia). Munir mengatakan itu padanya di dalam pesawat. Karena itulah Pollycarpus berinisiatif memindahkan Munir agar lebih nyaman.

Keterangan Pollycarpus terakhir, berlainan dengan pernyataan Suciwati. Istri Munir ini menegaskan suaminya tak takut ketinggian. Munir bahkan senang berpergian menggunakan pesawat. Keterangan ini disampaikan Suciwati setelah dimintai keterangan tim penyidik Mabes Polri di Jakarta, tadi siang [baca: Kapolri: Kasus Munir Adalah Kriminal].(YAN/Nina Bahri dan Johny Marcos)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya