Liputan6.com, Singapura: Kehidupan para lanjut usia (lansia) di masa depan diperkirakan akan lebih baik dan aman daripada sekarang. Keadaan itu tercipta berkat hadirnya rompi pintar yang mampu menjaga kaum lansia agar selalu sehat dan terlindung dari bahaya. Rompi karya Francis Tay dari National University of Singapura diberi nama Memswear.
Francis Tay menggunakan sistem mekanik mikro elektro untuk menciptakan baju pintar itu. Dengan kata lain, Memswear yang berbentuk rompi itu terdiri dari rangkaian mesin mini yang tak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mesin-mesin itu diklaim mampu mendeteksi getaran sekecil apa pun.
Secara sederhana, Memswear bekerja mirip dengan kantung pengaman berisi udara (airbag) yang terdapat di kemudi kendaraan. Sensor yang dipasang pada baju pintar akan aktif jika pemakainya mengalami hentakan seperti terkejut atau terjatuh. Hentakan itu diterjemahkan oleh teknologi bluetooth dan dikirim ke komputer. Selanjutnya, komputer akan menentukan pertolongan yang akan diberikan berupa panggilan telepon.
Memswear dijual dengan harga 100 dolar Singapura atau sekitar Rp 540 ribu per buah. Dengan adanya rompi pintar ini, kaum tua renta diharapkan dapat memperoleh kembali kepercayaan diri untuk mandiri.(TOZ/Idr)
Francis Tay menggunakan sistem mekanik mikro elektro untuk menciptakan baju pintar itu. Dengan kata lain, Memswear yang berbentuk rompi itu terdiri dari rangkaian mesin mini yang tak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mesin-mesin itu diklaim mampu mendeteksi getaran sekecil apa pun.
Secara sederhana, Memswear bekerja mirip dengan kantung pengaman berisi udara (airbag) yang terdapat di kemudi kendaraan. Sensor yang dipasang pada baju pintar akan aktif jika pemakainya mengalami hentakan seperti terkejut atau terjatuh. Hentakan itu diterjemahkan oleh teknologi bluetooth dan dikirim ke komputer. Selanjutnya, komputer akan menentukan pertolongan yang akan diberikan berupa panggilan telepon.
Memswear dijual dengan harga 100 dolar Singapura atau sekitar Rp 540 ribu per buah. Dengan adanya rompi pintar ini, kaum tua renta diharapkan dapat memperoleh kembali kepercayaan diri untuk mandiri.(TOZ/Idr)