Liputan6.com, Badakhsan: Kampanye pemilihan presiden Afghanistan berlangsung dalam suasana mencekam. Sebuah bom meledak saat rombongan calon wakil presiden Ahmad Zia Mas`ud melintasi sebuah jalan di Badakhsan, wilayah timur laut Afghanistan, Rabu (6/10). Seorang tewas dan lima orang cedera dalam serangan ini.
Mas`ud yang dicalonkan mendampingi Presiden Hamid Karzai dalam pemilu kali ini dilaporkan lolos dari pengeboman. Ledakan ini diduga berasal dari bom yang dipasang di tepi jalan atau ranjau yang diledakkan dengan remote control.
Di ibu kota Afghanistan, Kabul, Karzai berpidato di depan sekitar 6.000 rakyatnya. Karzai menyatakan, pemilu pada 9 Oktober mendatang ini adalah tahap awal pembangunan demokrasi di negara yang baru lepas dari rezim Taliban.
Pesaing terberat Karzai dalam pemilu adalah mantan Menteri Pendidikan Yunus Qanuni. Meski menjadi orang terakhir yang memutuskan ikut pilpres, Yunus mendapat dukungan luas, termasuk dari Menteri Pertahanan Muhamad Fahim dan Menteri Luar Negeri Abdullah. Sementara itu, di Ghazni, calon presiden Syed Ishaq Gilani disambut hangat pendukungnya. Mereka berebut mencium tangan tokoh sufi ini.
Sedangkan kaum perempuan mengelu-elukan capres Jenderal Abdul Rashid Dostum di wilayah Mazar-e-Syarif. Dostum yang berasal dari etnis Uzbek ini adalah politisi komunis dan berpengaruh besar saat Afghanistan dilanda perang saudara.(TNA/Rcm)
Mas`ud yang dicalonkan mendampingi Presiden Hamid Karzai dalam pemilu kali ini dilaporkan lolos dari pengeboman. Ledakan ini diduga berasal dari bom yang dipasang di tepi jalan atau ranjau yang diledakkan dengan remote control.
Di ibu kota Afghanistan, Kabul, Karzai berpidato di depan sekitar 6.000 rakyatnya. Karzai menyatakan, pemilu pada 9 Oktober mendatang ini adalah tahap awal pembangunan demokrasi di negara yang baru lepas dari rezim Taliban.
Pesaing terberat Karzai dalam pemilu adalah mantan Menteri Pendidikan Yunus Qanuni. Meski menjadi orang terakhir yang memutuskan ikut pilpres, Yunus mendapat dukungan luas, termasuk dari Menteri Pertahanan Muhamad Fahim dan Menteri Luar Negeri Abdullah. Sementara itu, di Ghazni, calon presiden Syed Ishaq Gilani disambut hangat pendukungnya. Mereka berebut mencium tangan tokoh sufi ini.
Sedangkan kaum perempuan mengelu-elukan capres Jenderal Abdul Rashid Dostum di wilayah Mazar-e-Syarif. Dostum yang berasal dari etnis Uzbek ini adalah politisi komunis dan berpengaruh besar saat Afghanistan dilanda perang saudara.(TNA/Rcm)