Liputan6.com, New York: Menjadi seorang putri presiden ternyata tak selalu menyenangkan. Kehidupan di bawah bayang-bayang seorang ayah yang menjadi orang nomor satu di negerinya membuat sang putri gandrung menjalani kehidupan sebagai orang biasa. Kisah seorang putri Presiden Amerika Serikat yang berjuang menjadi dirinya sendiri ini diangkat ke layar lebar berjudul First Daughter. Film yang disutradarai Forest Whitaker tersebut diluncurkan di New York, AS, Jumat (24/9).
Tersebutlah Samantha Mackenzie, putri Presiden AS yang tengah mempersiapkan diri memasuki dunia perguruan tinggi. Samantha diperankan pemain serial televisi Dawson’s Creek, Katie Holmes. Sementara si presiden diperankan Michael Keaton. Samantha bersikeras tak ingin dibuntuti anggota satuan pengamanan rahasia. Dia ingin hidup sebagai orang biasa. Terlepas dari bayang-bayang sang ayah.
Pemerintah AS memang mengabulkan permintaan Samantha. Namun, diam-diam, seorang agen muda (diperankan Marc Blucas) ditugaskan menyamar sebagai mahasiswa. Tujuannya supaya sang putri presiden tetap bisa diawasi. Pertemanan keduanya justru memupuk asmara sampai akhirnya Samantha mengetahui identitas agen muda itu.
Film ini tak hanya menyajikan drama percintaan remaja. Tapi, juga diwarnai unsur komedi. Para pemain yang terlibat dalam film ini mengatakan, di tengah gegap gempita konvensi partai dan kampanye calon presiden AS, putri para calon presiden itu juga berperan untuk menarik para pemilih pemula.(ORS/Ijx)
Tersebutlah Samantha Mackenzie, putri Presiden AS yang tengah mempersiapkan diri memasuki dunia perguruan tinggi. Samantha diperankan pemain serial televisi Dawson’s Creek, Katie Holmes. Sementara si presiden diperankan Michael Keaton. Samantha bersikeras tak ingin dibuntuti anggota satuan pengamanan rahasia. Dia ingin hidup sebagai orang biasa. Terlepas dari bayang-bayang sang ayah.
Pemerintah AS memang mengabulkan permintaan Samantha. Namun, diam-diam, seorang agen muda (diperankan Marc Blucas) ditugaskan menyamar sebagai mahasiswa. Tujuannya supaya sang putri presiden tetap bisa diawasi. Pertemanan keduanya justru memupuk asmara sampai akhirnya Samantha mengetahui identitas agen muda itu.
Film ini tak hanya menyajikan drama percintaan remaja. Tapi, juga diwarnai unsur komedi. Para pemain yang terlibat dalam film ini mengatakan, di tengah gegap gempita konvensi partai dan kampanye calon presiden AS, putri para calon presiden itu juga berperan untuk menarik para pemilih pemula.(ORS/Ijx)