TKW Brebes Disiksa Majikan di Arab Saudi

Selama 18 bulan menjadi pembantu rumah tangga, Sulastri kerap dianiaya oleh majikannya di Arab Saudi. Dia pulang ke Tanah Air membawa gaji cuma Rp 10 juta dan bekas luka nyaris di sekujur tubuh.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 September 2004, 20:35 WIB
Liputan6.com, Brebes: Kasus penyiksaan tenaga kerja wanita Indonesia yang bekerja di Arab Saudi kembali terungkap. Giliran Sulastri, TKW asal Desa Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang menjadi korban. Selama 18 bulan menjadi pembantu rumah tangga di Saudi Arabia, dia kerap dianiaya majikannya, Ubeid Saad Rajih Alghamidi, dan istrinya, Safrah.

Isak tangis menyambut kedatangan Sulastri di rumah keluarganya di Desa Jatirokeh, Brebes, baru-baru ini. Tubuh perempuan itu penuh luka, mulai dari kepala hingga kaki. Sulastri bekerja dengan kontrak kerja selama dua tahun mulai akhir Februari 2003. Dia berangkat melalui perusahaan penyaluran TKW PT Bahana Timur Megah di Jakarta Pusat.

Tak ada yang menyangka, penderitaan Sulastri terjadi sejak pertengahan Maret 2003 hingga Agustus silam. Dia kerap disiksa dan dianiaya majikan yang tinggal Kota Abaha, Arab Saudi. Sulastri mengaku sempat lari dari rumah majikan atas bantuan polisi setempat. Dia juga dirawat selama 25 hari di rumah sakit. Namun setelah pulih, dia dijemput lagi oleh majikannya untuk bekerja lagi.

Baru satu pekan bekerja, Sulastri disuruh pulang oleh Alghamidi dengan gaji hanya sekitar Rp 10 juta. Padahal oleh perusahaan penyalurnya, Sulastri dijanjikan gaji sebesar 600 real atau sekitar Rp 1,2 juta per bulan.

Penyiksaan TKW asal Indonesia bukan pertama kalinya terjadi. Resti asal Desa Kalepandan, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, juga dianiaya majikannya di Riyadh, Arab Saudi. Sang majikan bahkan tega menabrak Resti dengan mobil hingga kaki kanannya diamputasi [baca: Derita Resti, Mantan TKW di Riyadh].(OZI/Sugihartono dan Budi Harto)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya