Liputan6.com, Jakarta: Beberapa korban ledakan bom di depan Kedutaan Besar Australia yang dirawat di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC), Kuningan, Jakarta Selatan, sudah diperbolehkan pulang. Berdasarkan pemantauan SCTV hingga Jumat (10/9) pukul 15.00 WIB, dua pasien dari 20 korban yang dirawat di RS MMC telah keluar.
Pasien yang diperbolehkan pulang adalah Wang Zin yang dirawat di lantai tiga, kamar nomor 315. Sedangkan pasien lainnya adalah Elisabeth Imanuella anak dari Maria Eva Komala yang ditemukan tewas dalam ledakan. Imanuella akan dibawa ke Singapura untuk mendapat perawatan lebih lanjut [baca: Imanuella Akan Dirawat di Singapura].
Dukungan terhadap korban ledakan hingga saat ini terus mengalir. Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, misalnya, mengunjungi korban ledakan yang dirawat di Ruangan Internis RS MMC, sekitar pukul 14.10 WIB. Dukungan juga diberikan puluhan mahasiswa Universitas Paramadina Mulya, Jakarta Selatan, dengan memasang spanduk di papan tripleks yang mengelilingi lokasi ledakan.
Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan telah menemukan beberapa potongan tubuh manusia dari lokasi ledakan. Potongan itu kemungkinan berasal dari tiga orang korban yang belum teridentifikasi.(TOZ/Tascha Liudmila)
Pasien yang diperbolehkan pulang adalah Wang Zin yang dirawat di lantai tiga, kamar nomor 315. Sedangkan pasien lainnya adalah Elisabeth Imanuella anak dari Maria Eva Komala yang ditemukan tewas dalam ledakan. Imanuella akan dibawa ke Singapura untuk mendapat perawatan lebih lanjut [baca: Imanuella Akan Dirawat di Singapura].
Dukungan terhadap korban ledakan hingga saat ini terus mengalir. Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, misalnya, mengunjungi korban ledakan yang dirawat di Ruangan Internis RS MMC, sekitar pukul 14.10 WIB. Dukungan juga diberikan puluhan mahasiswa Universitas Paramadina Mulya, Jakarta Selatan, dengan memasang spanduk di papan tripleks yang mengelilingi lokasi ledakan.
Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan telah menemukan beberapa potongan tubuh manusia dari lokasi ledakan. Potongan itu kemungkinan berasal dari tiga orang korban yang belum teridentifikasi.(TOZ/Tascha Liudmila)