Imanuella Akan Dirawat di Singapura

Imanuella diterbangkan ke Singapura untuk mendapatkan perawatan. Ia menderita luka robek yang cukup parah di bagian pangkal pahanya. Sedangkan jenazah Rina akan dimakamkan seusai shalat Jumat.

oleh Liputan6Diterbitkan 10 September 2004, 15:06 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Derita yang dirasakan Elisabeth Imanuella memang sangat berat, ibunya Maria Eva Komala tewas saat ledakan. Imanuella juga menjadi korban ledakan bom di depan Gedung Kedutaan Besar Australia di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Imanuella diterbangkan ke Singapura untuk mendapatkan perawatan. Bocah berusia lima tahun itu dibawa dengan ambulans dari Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC), Kuningan, Jaksel, menuju ke Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Jumat (10/9) sekitar pukul 11.00 WIB.

Keputusan untuk merujuk Imanuella ke Singapura datang dari pemerintah Australia. Ini setelah Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer mengunjungi para korban di RS MMC. Seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh pihak Negeri Kanguru. Namun, pihak keluarga korban mengaku yang meminta agar Imanuella dirawat di Singapura. Pasalnya, Imanuella menderita luka robek yang cukup parah di bagian pangkal pahanya.

Sementara di ruang Intensive Care Unit (ICU) RS MMC masih dirawat dua korban yakni anggota Brigade Mobil Brigadir Kepala Polisi Diki Maulana dan Bhayangkara Dua Polisi Wahyu. Sementara di kamar biasa, masih dirawat 15 korban lainnya.

Di sejumlah rumah sakit di Ibu Kota masih banyak pasien korban peledakan yang menjalani perawatan. Misalnya, di RS Medistra, Jaksel, saat ini masih ada enam korban yakni Nanda Olivia Daniel, R. Salomo, Nurmaya, Ruth Meliana, Mieke, dan Sarbini.

Sementara di Rumah Sakit Jakarta, ada tiga orang yakni Yuni, Syamsuddin Sipayung, dan Abdul Rojak. Di ruang ICU RS Cipto Mangunkusumo, Salemba, Jakarta Pusat, masih terdapat lima korban yakni Mulyono, Mutia, Asep, Iswanto, dan Sudirman. Mulyono yang kehilangan rahang bawahnya akan dirujuk ke rumah sakit di Singapura.

Suasana duka juga tampak menyelimuti rumah keluarga Rina Dewi Puspita mahasiswa semester lima Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perhimpunan Bank-Bank Swasta Nasional (Perbanas) Jakarta. Keluarga korban terlihat tidak dapat menahan isak tangis, ketika jenazah Rina akan dimandikan. Menurut rencana jenazah akan dimakamkan di sebuah pemakaman umum di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, seusai salat Jumat.

Kejadian yang merenggut nyawa Rina begitu tak disangka. Soalnya, saat itu, almarhumah Rina akan berangkat menuju kampus. Dengan diantar menggunakan sepeda motor oleh sopir pribadinya. Saat melintas di sekitar lokasi, bom itu meledak dan ia pun langsung meninggal.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya