Insiden Kedubes Australia Diduga Bom Bunuh Diri

Bom dahsyat yang meledak di depan Gedung Kedubes Australia diduga bom bunuh diri yang dilakukan oleh dua orang pengendara sepeda motor. Pelaku menabrakkan diri ke sebuah truk Polri yang sedang parkir.

oleh Liputan6Diterbitkan 09 September 2004, 13:18 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Bom berkekuatan besar yang meledak di depan Gedung Kedutaan Besar Australia di Jalan H.R. Rasuna Said Kav. C15-16, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/9) sekitar pukul 10.15 WIB, diduga dari bom bunuh diri. Aksi ini dilakukan dua orang pengendara sepeda motor yang menabrakkan diri ke truk milik polisi. Truk yang biasa mengangkut satu peleton anggota Polri itu memang tengah diparkir di depan Gedung Kedubes Australia.

Sementara itu, staf dan karyawan Kedubes Australia yang diduga menjadi sasaran bom dikumpulkan di lapangan bagian belakang gedung. Hingga berita ini diturunkan, mereka belum diperbolehkan keluar dari dalam gedung.

Seperti diketahui, Kedubes Australia dan Amerika Serikat, Rabu kemarin, memberikan peringatan kepada warganya untuk menjauh dari keramaian. Pihak Australia dan AS khawatir aksi teror menjelang peristiwa 11 September 2001 akan kembali marak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun www.liputan6.Com, korban tewas mencapai lima orang dan korban luka diperkirakan sekitar 100 orang. Para korban saat ini berada di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC) yang letaknya sekitar 100 meter dari Kedubes Australia [baca: Bom Mengguncang di Depan Kedubes Australia]. Korban tewas di antaranya adalah personel satuan pengamanan Kedubes Australia bernama Anton Sujarwo dan seorang pekerja proyek bernama Mukari. Sedangkan tiga jenazah lain hingga kini belum teridentifikasi.

Hingga kini, polisi masih berusaha mensterilkan lokasi sekitar ledakan. Jalan H.R. Rasuna Said ditutup untuk memperlancar penyelidikan. Selain itu, polisi juga mengkhawatirkan adanya ledakan susulan.(TOZ/YAN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya