Liputan6.com, Beslan: Drama penyanderaan sekitar 400 murid, termasuk guru dan orang tua di sebuah gedung sekolah di Kota Beslan, Provinsi Ossetia Utara, sejak tiga hari silam, berakhir Jumat (3/9). Sebagian besar sandera diberitakan selamat namun 158 lainnya harus mendapat perawatan intensif karena cedera.
Beberapa jam sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, berjanji akan terus berusaha menyelamatkan ratusan anak-anak, orang tua, dan para guru yang disandera. Namun, saat itu Putin tidak menjelaskan bentuk penyelamatan yang akan dilakukan. [baca: Putin Berjanji Menyelamatkan Sandera di Beslan].
Seperti dilansir Kantor Berita Rusia Interfax, untuk membebaskan para sandera diterjunkan pasukan khusus. Para sandera cedera karena tertimpa reruntuhan atap sekolah. Diduga atap sekolah roboh karena getaran bom yang meledak. Bom tersebut dipasang di tubuh beberapa panyandera.
Dalam penyerbuan itu dilaporkan, lima dari 40 panyandera tewas terbunuh. Sedangkan sejumlah pelaku lainnya berhasil meloloskan diri sambil membawa beberapa sandera. Diperkirakan, para penyandera yang berhasil melarikan diri kini bersembunyi di sebuah rumah di tengah kota.
Meski drama penyanderaan telah berakhir, suara letusan senjata masih terdengar di Kota Beslan. Selain itu, petugas pemadam kebakaran juga masih berusaha memadamkan api yang diduga disebabkan bahan peledak yang ditinggalkan para penyandera.
Dalam proses negosiasi sebelumnya, penyandera menuntut pembebasan pejuang Chechnya yang ditahan dalam serangan terhadap fasilitas polisi di Ingushetia, Juni silam. Para penyandera juga meminta pasukan Rusia ditarik mundur dari wilayah Chechnya.(YYT/Yes)
Beberapa jam sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, berjanji akan terus berusaha menyelamatkan ratusan anak-anak, orang tua, dan para guru yang disandera. Namun, saat itu Putin tidak menjelaskan bentuk penyelamatan yang akan dilakukan. [baca: Putin Berjanji Menyelamatkan Sandera di Beslan].
Seperti dilansir Kantor Berita Rusia Interfax, untuk membebaskan para sandera diterjunkan pasukan khusus. Para sandera cedera karena tertimpa reruntuhan atap sekolah. Diduga atap sekolah roboh karena getaran bom yang meledak. Bom tersebut dipasang di tubuh beberapa panyandera.
Dalam penyerbuan itu dilaporkan, lima dari 40 panyandera tewas terbunuh. Sedangkan sejumlah pelaku lainnya berhasil meloloskan diri sambil membawa beberapa sandera. Diperkirakan, para penyandera yang berhasil melarikan diri kini bersembunyi di sebuah rumah di tengah kota.
Meski drama penyanderaan telah berakhir, suara letusan senjata masih terdengar di Kota Beslan. Selain itu, petugas pemadam kebakaran juga masih berusaha memadamkan api yang diduga disebabkan bahan peledak yang ditinggalkan para penyandera.
Dalam proses negosiasi sebelumnya, penyandera menuntut pembebasan pejuang Chechnya yang ditahan dalam serangan terhadap fasilitas polisi di Ingushetia, Juni silam. Para penyandera juga meminta pasukan Rusia ditarik mundur dari wilayah Chechnya.(YYT/Yes)