IHSG Sepekan Bakal Menguat, Sentimen MSCI November 2026 Membayangi

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan akan bergerak di kisaran 4.824-5.247.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 November 2026, 06:00 WIB
Seorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal menguat terbatas pada perdagangan saham 9-13 November 2026. IHSG sepekan akan dipengaruhi sejumlah sentimen, salah satu MSCI Index November Review.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG berpeluang naik terbatas dengan level support 4.824 dan level resistance 5.247. Dari sentimen yang akan mempengaruhi IHSG, Herditya menuturkan, pasar akan menanti MSCI Index November Review. MSCI akan mengumumkan MSCI Index Review Announcement pada 11 November 2026 pukul 23.00 CET (Kamis, 12 November 2026 sekitar pukul 04.00 WIB).

Selanjutnya rilis data makro China seperti inflasi dan neraca dagang, serta inflasi Amerika Serikat. Selain itu, pergerakan mata uang juga akan mempengaruhi IHSG.

"Pasar akan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang pekan kemarin bergerak melemah. Di sisi lain masih adanya outflow dari IHSG,” kata Herditya saat dihubungi Liputan6.com, Senin (9/11/2026).

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis pada perdagangan saham 2-6 November 2026. Analis menuturkan, pergerakan IHSG sepekan didorong sentimen eksternal dan internal, salah satunya rilis pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu, 7 November 2026, IHSG sepekan turun 0,13% menjadi 5.050,42 dari pekan lalu 5.057,05.Kapitalisasi pasar saham merosot 1,34% menjadi Rp 8.744 triliun dari pekan lalu Rp 8.862 triliun.

Herditya Wicaksana pernah menuturkan, IHSG merosot 0,13% selama sepekan. Sejumlah sentimen IHSG sepekan antara lain BEI resmi mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dari perhitungan IHSG.

Kedua, beberapa rilis data makro ekonomi Indonesia antara lain Purchasing Manufaktur Index (PMI) Indonesia meningkat dari 52,4 pada September menjadi 54 pada Oktober 2026. Selain itu, ekonomi Indonesia tumbuh 5,47% Year on Year (YoY) pada kuartal III 2026 meningkat dari 5,29% pada kuartal sebelumnya.

 

 

Aksi Investor Asing

Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Di sisi lain, inflasi Oktober melandai menjadi 3,23% YoY. Selain itu, investor asing yang masih melakukan aksi jual saham juga masih mendominasi IHSG. “Pelaku pasar juga menanti data nonfarm payrolls (NFP) AS,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian BEI juga terpangkas 3,5% menjadi 31,29 miliar saham dari 32,43 miliar saham pada pekan lalu. Demikian juga rata-rata frekuensi transaksi harian yang berkurang 16,44% menjadi 1,29 juta kali transaksi dari 1,54 juta kali transaksi. Rata-rata nilai transaksi harian juga merosto 23%menjadi Rp 11,04 triliun dari Rp 14,34 triliun pada pekan lalu.

Selama sepekan ini, investor asing melakukan aksi jual saham mencapai Rp 167,11 miliar. Aksi jual oleh investor asing ini lebih rendah dari pekan lalu Rp 3,05 triliun. Namun, sepanjang 2026,investor asing sudah melepas saham mencapai Rp 98,08 triliun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya