Liputan6.com, Washington, DC - Dua panda raksasa penghuni baru Zoo Atlanta, Amerika Serikat (AS), tampil di hadapan publik untuk pertama kalinya pada Jumat (6/11/2026).
Panda jantan bernama Ping Ping dan panda betina bernama Fu Shuang tiba dari China pada September melalui perjanjian peminjaman selama 10 tahun. Kehadiran keduanya menandai kembalinya panda raksasa ke kebun binatang tersebut setelah dua tahun tanpa penghuni.
Advertisement
Setelah menghabiskan beberapa pekan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, kedua panda berusia enam tahun itu akhirnya dapat dilihat pengunjung di Arthur M. Blank Panda Grove, kawasan khusus panda yang baru selesai direnovasi.
Rachel Sutherland, bocah delapan tahun asal Sacramento, California, bersama keluarganya bahkan memperpanjang liburan mereka selama satu hari agar dapat melihat kedua panda tersebut.
"Melihat panda-panda ini sungguh luar biasa. Menurutku, ini pengalaman terbaik dalam hidupku," kata Rachel seperti dikutip dari Associated Pres.
Ia mengaku lebih menyukai Ping Ping karena namanya mengingatkannya pada warna merah muda atau pink.
Menurut kantor berita Xinhua, Ping Ping memiliki lingkaran hitam yang khas di sekitar matanya, sedangkan Fu Shuang memiliki dahi yang menonjol. Keduanya lahir di Pusat Penelitian dan Penangkaran Panda Raksasa Chengdu, China.
Kawasan khusus panda di Zoo Atlanta telah kosong sejak 2024, setelah empat panda yang sebelumnya tinggal di sana dipulangkan ke China. Kepulangan mereka sekaligus mengakhiri kerja sama selama 25 tahun di tengah ketegangan hubungan antara AS dan China.
Dalam konferensi pers pada Jumat pagi, Duta Besar China untuk AS Xie Feng mengatakan kedatangan kedua panda tersebut menandai diperbaruinya hubungan kerja sama yang telah terjalin selama satu dekade antara China dan Zoo Atlanta.
"Kami percaya bahwa dengan perawatan penuh kasih dari Zoo Atlanta, kedua panda ini akan makan dengan lahap, tidur nyenyak, serta tumbuh sehat dan kuat di rumah baru mereka, sekaligus membawa kebahagiaan dua kali lipat bagi semua orang yang menyayangi mereka," ujar Xie Feng.
Kevin Wei, mahasiswa Georgia Tech berusia 18 tahun, mengaku telah menghitung hari menjelang momen yang disebutnya sebagai "hari panda". Ia merasa memiliki ikatan khusus dengan kedua satwa tersebut karena mereka berasal dari Chengdu, kota kelahirannya.
"Rasanya seperti memiliki ikatan dengan sesuatu yang akrab. Meskipun sekarang tinggal di AS, saya tetap bisa merasa terhubung dengan diri saya sendiri dan China," kata Wei.
China telah lama memanfaatkan panda sebagai bagian dari diplomasi dengan berbagai negara. Melalui program peminjaman, satwa tersebut menjadi simbol persahabatan dan niat baik. Namun, ketika hubungan diplomatik mengalami ketegangan, China terkadang membiarkan perjanjian peminjaman berakhir tanpa diperpanjang.
Zoo Atlanta kini menjadi satu dari tiga kebun binatang di AS yang memiliki panda raksasa.
National Zoo di Washington memulangkan tiga panda ke China pada 2023, sebelum menerima dua panda baru bernama Bao Li dan Qing Bao pada Oktober 2024. Sementara itu, San Diego Zoo memperkenalkan dua panda kepada publik pada Agustus 2024.
Sekitar satu dekade lalu, Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) menurunkan status konservasi panda raksasa dari endangered (terancam punah) menjadi vulnerable (rentan). Perubahan status tersebut mencerminkan peningkatan populasi panda liar di China.
Kim Herres, warga setempat berusia 76 tahun, mengatakan dirinya telah mengunjungi Zoo Atlanta sejak panda pertama kali didatangkan ke kota tersebut pada 1999. Baginya, panda merupakan simbol bahwa dunia telah mengambil langkah yang tepat untuk melindungi satwa.
"Saya senang sekali panda-panda itu akhirnya kembali," kata Herres.
"Mudah-mudahan kita tidak membuat orang China marah sehingga mereka tidak datang untuk mengambil panda-panda itu lagi."