Real Madrid Mulai Menunjukkan Wajah sebagai Tim yang Utuh

Real Madrid menunjukkan kekompakan dan kedisiplinan saat mengalahkan Valencia 3-0. Jose Mourinho optimistis dengan perkembangan timnya.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 08 November 2026, 12:28 WIB
Pemain Real Madrid Arda Guler (tengah) berselebrasi bersama Marc Cucurella (kanan) dan Jude Bellingham setelah mencetak gol kedua timnya dalam laga La Liga antara Valencia vs Madrid di Valencia, Spanyol, Sabtu, 7 November 2026. (AP Photo/Alberto Saiz)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid memperlihatkan bahwa kekuatan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu pemain. Kemenangan 3-0 atas Valencia di Stadion Mestalla, Minggu (8/11/2026) dini hari WIB, menjadi gambaran bagaimana Los Blancos mulai membangun permainan kolektif yang solid.

Federico Valverde dan Arda Guler membawa Madrid unggul pada babak pertama, sebelum Kylian Mbappe memastikan kemenangan pada paruh kedua. Hasil tersebut sekaligus memperpanjang catatan kemenangan beruntun mereka menjadi delapan pertandingan di semua kompetisi.

Bagi Jose Mourinho, hal paling menggembirakan bukan sekadar rentetan hasil positif tersebut. Pelatih asal Portugal itu melihat adanya peningkatan dalam kekompakan, kedisiplinan, dan solidaritas antarpemain, yang membuatnya semakin optimistis terhadap prospek skuad Madrid.


Solidaritas Pemain Jadi Kekuatan Utama Madrid

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho. (Filippo Monteforte/AFP)

Mourinho memberikan apresiasi kepada seluruh pemain atas perkembangan yang terlihat dalam beberapa pertandingan terakhir. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak semata-mata berasal dari pekerjaannya sebagai pelatih, melainkan juga kesediaan para pemain menjalankan instruksi dan tanggung jawab masing-masing.

"Ini semua berkat mereka. Penghargaan sepenuhnya milik para pemain. Saya tidak bisa menunjuk satu hal dalam pekerjaan saya yang menjadi kunci penampilan mereka seperti ini. Saya hanya menjalankan tugas seperti biasa dan mereka merespons dengan luar biasa, baik secara individu maupun sebagai tim," ujar Mourinho.

Salah satu contoh yang membuat Mourinho terkesan adalah respons para pemain ketika kehilangan bola. Ia mengingat momen ketika Arda Guler berada di luar posisi ideal, tetapi Mbappe segera berlari untuk menutup ruang di sisi kanan pertahanan.

Bagi Mourinho, tindakan Mbappe mencerminkan kesediaan pemain untuk saling membantu. Kualitas individu tetap penting, tetapi kemauan menjalankan tugas demi kepentingan tim menjadi fondasi yang membuat Madrid semakin solid.


Delapan Kemenangan Beruntun Bukan Alasan untuk Terlena

Penyerang Real Madrid asal Prancis bernomor punggung 10, Kylian Mbappe, mencetak gol ketiga untuk timnya dalam pertandingan Liga Spanyol antara Valencia CF dan Real Madrid CF di Stadion Mestalla, Valencia, pada 8 November 2026. (JOSE JORDAN/AFP)

Kemenangan atas Valencia memperpanjang catatan positif Madrid menjadi delapan pertandingan beruntun di seluruh kompetisi. Meski suasana ruang ganti saat ini dipenuhi kegembiraan, Mourinho tidak ingin para pemain menganggap rentetan kemenangan tersebut sebagai alasan untuk mengurangi kewaspadaan.

Ia mengingatkan bahwa kemenangan seharusnya menjadi sesuatu yang normal bagi klub sebesar Real Madrid. Oleh karena itu, para pemain perlu menjaga sikap dan tidak larut dalam perayaan berlebihan setiap kali mendapatkan tiga poin.

Lanjut Baca:

"Saya selalu berusaha memastikan semua orang tetap tenang ketika berada dalam situasi bagus. Memenangi pertandingan di klub seperti Real Madrid seharusnya menjadi hal yang normal," kata Mourinho. Sikap tersebut penting untuk menjaga konsistensi sepanjang musim. Mourinho ingin para pemain tetap fokus pada pekerjaan berikutnya, bukan merasa sudah mencapai sesuatu hanya karena berhasil melewati beberapa pertandingan dengan hasil memuaskan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya